Objek Cagar Budaya Medan – Daftar Lengkap Situs Bersejarah Kota Medan

Jelajahi & Cari Objek Cagar Budaya

Objek Cagar Budaya

Menampilkan 126 Objek

Stasiun Kereta Api Pulu Brayan

Stasiun Kereta Api Pulu Brayan

Kamu berada di sebuah stasiun tua yang masih berdiri tenang di tengah hiruk-pikuk kawasan industri dan permukiman, rel-rel besi memanjang di hadapanmu seolah membawa ingatan ke masa ketika jalur Medan–Belawan menjadi nadi utama pergerakan hasil perkebunan di pesisir timur Sumatra. Di sinilah Stasiun Kereta Api Pulu Brayan berdiri, bangunan yang kini diusulkan sebagai Cagar Budaya Peringkat Provinsi Sumatera Utara oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Tahun 2026. Namanya tercatat sebagai Stasiun Kereta Api Pulu Brayan, dengan jenis Bangunan Utama Stasiun Kereta Api yang ditandai sebagai “Lainnya (Stasiun)”, bersifat profan, dan statusnya sudah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya.

Lihat Detail →

Kawasan Kesawan – Lapangan Merdeka

Kawasan Kesawan – Lapangan Merdeka

Kamu berada di jantung Kota Medan, di sebuah kawasan yang sejak akhir abad ke-19 menjadi titik awal tumbuh dan berkembangnya kota modern ini, dikenal sebagai Kawasan Kesawan – Lapangan Merdeka. Kawasan ini diusulkan sebagai Cagar Budaya Peringkat Provinsi Sumatera Utara oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Tahun 2026, berjenis Kota Lama/Kota Tua, bersifat profan, berperiode kolonial, mulai berkembang pada era 1880-an, telah berstatus sebagai Kawasan Cagar Budaya, dengan luas 55,6 hektare atau ±556.000 meter persegi. Secara administratif berada di Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, dengan batas utara Jalan Tembakau Deli – Prof. HM Yamin, timur Jalan Kereta Api, selatan Jalan Palang Merah, dan barat Sungai Deli. Sejak awal kawasan ini menjadi pusat orientasi kota, bahkan titik nol Kota Medan diletakkan di sini oleh pemerintah kolonial sebagai penegasan perannya sebagai pusat administrasi, perdagangan, dan mobilitas.

Lihat Detail →

Kawasan Maimun

Kawasan Maimun

Kamu berada di sebuah kawasan yang sejak akhir abad ke-19 menjadi jantung kekuasaan Melayu Deli, sebuah ruang kota yang hingga kini menyimpan jejak politik, agama, sosial, dan budaya dalam satu hamparan wilayah bernama Kawasan Maimun. Perpindahan pusat Kesultanan Deli dari Labuhan ke Medan pada tahun 1888 menandai lahirnya pusat pemerintahan baru yang membentuk arah perkembangan Kota Medan. Kawasan ini diusulkan sebagai Cagar Budaya Peringkat Provinsi Sumatera Utara oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Tahun 2026 dengan luas ±37,6 hektare atau sekitar ±376.000 meter persegi, berstatus telah ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya, bersifat profan, dan termasuk kategori hunian. Secara administratif kawasan ini berada di Kecamatan Medan Maimun, meliputi Kelurahan Kota Mesjid, Kota Matsum, Pasar Merah, Pasar Merah Timur, Sei Mati, dan Suka Raja, dengan batas utara Jalan Pandu dan Jalan Rahmadsyah, timur Jalan Ismailiyah, selatan Jalan Halat, serta barat Sungai Deli yang sejak lama menjadi elemen penting struktur ruang kawasan.

Lihat Detail →

Kawasan Polonia

Kawasan Polonia

Kamu berada di sebuah kawasan yang sejak awal abad ke-20 dirancang sebagai lingkungan hunian elite Eropa dengan jalan-jalan lebar yang dinaungi pepohonan rindang dan rumah-rumah bergaya villa di atas lahan luas, dikenal sebagai Kawasan Polonia. Kawasan ini diusulkan sebagai Cagar Budaya Peringkat Provinsi Sumatera Utara oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Tahun 2026 dengan luas 156 hektare atau ±1.033.146 meter persegi, berjenis hunian, bersifat profan, berperiode kolonial, dibangun tahun 1909, dan telah berstatus sebagai Kawasan Cagar Budaya. Secara administratif, Kawasan Polonia berada di Kelurahan Madras Hulu, Anggrung, dan Aur dalam Kecamatan Medan Polonia dan Medan Maimun, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Batas utaranya adalah Jalan Kapten Maulana Lubis, sebelah timur Sungai Deli, sebelah selatan Jalan Juanda, dan di bagian barat Sungai Babura. Letaknya yang strategis di antara dua sungai besar menjadikan kawasan ini eksklusif sekaligus alami sejak awal pembentukannya.

Lihat Detail →

Kawasan Pulo Brayan

Kawasan Pulo Brayan

Kamu berada di sebuah kawasan yang sejak awal abad ke-20 tumbuh sebagai kota industri perkeretaapian, sebuah ruang yang dirancang bukan sekadar sebagai tempat bekerja, tetapi sebagai ekosistem lengkap yang menyatukan jalur rel, bengkel besar, stasiun, gudang, menara air, hingga kompleks perumahan pekerja dalam satu kesatuan terencana bernama Kawasan Pulo Brayan. Kawasan ini diusulkan sebagai Cagar Budaya Peringkat Provinsi Sumatera Utara oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Tahun 2026, dengan luas sekitar 85 hektare atau ±539.538 meter persegi, berjenis hunian, bersifat profan, dan telah berstatus sebagai kawasan yang sudah ditetapkan. Secara administratif, Kawasan Pulo Brayan terletak di Kelurahan Pulo Brayan, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, sekitar ±5 kilometer dari pusat Kota Medan. Batas utaranya berada di Jalan Veteran (Tanjung Mulia), sebelah timur juga berbatasan dengan Jalan Veteran (Tanjung Mulia), sebelah selatan dibatasi oleh Jalan Krakatau Ujung, dan di sebelah barat berbatasan dengan Jalan Cemara serta jalur rel kereta api. Kawasan ini dibangun pada tahun 1916 dalam periode kolonial sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur perkeretaapian untuk mendukung industri perkebunan di Sumatera Timur.

Lihat Detail →

Makam Datuk Merah dan Darah Putih

Makam Datuk Merah dan Darah Putih

Kamu berada di kompleks Makam Datuk Merah dan Darah Putih, sebuah struktur sakral yang telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya berdasarkan SK Walikota Medan Nomor 433/29.K tanggal 1 Februari 2023 dengan Nomor Dokumen 23/CB/SR/2022. Struktur ini berjenis makam dan diperkirakan dibangun sejak abad ke-15, menjadikannya salah satu penanda awal jejak Islam di kawasan Medan.

Lihat Detail →

Makam Malikul Asraf

Makam Malikul Asraf

Kamu berada di kompleks Makam Malikul Asraf, sebuah struktur sakral yang telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya oleh Pemerintah Kota Medan dan kini diusulkan sebagai Struktur Cagar Budaya Peringkat Provinsi Sumatera Utara oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Tahun 2025. Identitas resminya tercatat dalam Dokumen Nomor 22/CB/SR/2022 berdasarkan SK Walikota Medan Nomor 433/29.K tanggal 1 Februari 2023. Struktur ini berkategori Makam, bersifat sakral, dan secara hukum telah dilindungi.

Lihat Detail →

Makam Tjong A Fie

Makam Tjong A Fie

Kamu berada di sebuah kompleks makam tua yang tenang di tengah permukiman, namun menyimpan jejak besar sejarah Kota Medan. Di hadapanmu adalah Makam Tjong A Fie, sebuah struktur cagar budaya berjenis makam dan bersifat sakral yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya, dan pada tahun 2026 diusulkan menjadi Cagar Budaya Peringkat Provinsi Sumatera Utara oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan.

Lihat Detail →

Menara Air Pulo Brayan

Menara Air Pulo Brayan

Kamu berada di sebuah kawasan lama yang dahulu dikenal sebagai kota kecil milik perusahaan kereta api. Di antara rumah-rumah yang kini berdempetan, menjulang Menara Pulo Brayan, sebuah Struktur Cagar Budaya berjenis menara dan bersifat profan yang dibangun pada tahun 1925 pada masa Kolonial. Statusnya telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya dan pada tahun 2026 diusulkan menjadi Cagar Budaya Peringkat Provinsi Sumatera Utara oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan.

Lihat Detail →

Restoran Ria

Restoran Ria

Kamu sedang berada di depan sebuah bangunan tua yang berdiri kokoh di sudut jalan, fasadnya tegas dengan garis-garis sederhana khas arsitektur modern awal abad ke-20. Bangunan itu adalah Restoran Ria, yang hari ini dikenal sebagai restoran, tetapi pada masanya merupakan gedung bioskop modern bernama Rex Bioscoop. Bangunan ini telah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya melalui SK Walikota Medan Nomor 433/28.K/X/2021 tanggal 28 Oktober 2021 dengan Nomor Dokumen 75/CB/B/2021. Sifatnya profan, termasuk kategori lainnya yaitu restoran, dan berstatus sudah ditetapkan. Kondisinya saat ini utuh, terpelihara, serta tercatat pernah dipugar.

Lihat Detail →

Medan Club

Medan Club

Anda berada di Medan Club, sebuah bangunan yang hari ini tampak tenang dan elegan di Jl. R. A. Kartini No. 36, Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, namun menyimpan lapisan sejarah yang jauh lebih kompleks daripada kesan pertamanya. Di hadapan Anda berdiri sebuah clubhouse profan yang telah resmi ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya dan direkomendasikan sebagai Cagar Budaya Peringkat Provinsi Sumatera Utara, bukan semata karena usianya, tetapi karena peran dan transformasinya yang sangat penting dalam perjalanan sejarah Kota Medan.

Lihat Detail →

Universitas HKBP Nommensen

Universitas HKBP Nommensen

Kamu sedang berada di depan Universitas HKBP Nommensen, di Jalan Sutomo, Medan Timur. Di hadapanmu terbentang bangunan kokoh dengan arsitektur modern yang khas, berdiri tegak di atas lahan yang luas dan rapi. Udara tropis yang hangat menyelimuti halaman depan kampus, sementara pepohonan rindang di sekitarnya menambah kesejukan. Teras lebar dan selasar terbuka menyambutmu, memberikan kesan lapang dan ramah, seolah bangunan ini ingin mengundangmu masuk dan menjelajahi setiap sudutnya. Beton ekspos yang menutupi fasad memantulkan cahaya matahari dengan lembut, memperlihatkan tekstur permukaan yang khas, sementara sirip beton vertikal dan horizontal menahan silau dan panas yang langsung terasa ketika kamu berdiri di halaman depan.

Lihat Detail →

Kolam Renang Paradiso

Kolam Renang Paradiso

Kamu berada di Kolam Renang Paradiso, sebuah bangunan rekreasi yang sejak akhir dekade 1930-an menjadi bagian penting dari sejarah olahraga dan ruang publik Kota Medan. Bangunan ini bukan sekadar tempat berenang, tetapi penanda perubahan gaya hidup dan perkembangan fasilitas umum pada masa kolonial.

Lihat Detail →

Kantor Komando Daerah Militer I Bukit Barisan

Kantor Komando Daerah Militer I Bukit Barisan

Selamat datang di Kantor Komando Daerah Militer I Bukit Barisan. Bangunan yang berdiri di hadapan Anda ini bukan sekadar kantor militer, melainkan bagian dari sejarah panjang Kota Medan. Didirikan pada tahun 1928, bangunan ini menampilkan arsitektur kolonial tropis yang kuat, dilengkapi pagar kokoh dan gerbang megah yang menegaskan identitasnya sebagai pusat komando militer.

Lihat Detail →

Kompleks Mess Socfindo

Kompleks Mess Socfindo

Kamu sedang berada di depan Kompleks Mess Socfindo, sebuah bangunan yang langsung menyapa pandanganmu dengan keasliannya yang masih terjaga. Di hadapanmu terbentang halaman dengan taman yang tertata rapi, di mana pepohonan tinggi dan tanaman hias menambah kesan teduh sekaligus membingkai bangunan utama. Jalan Kol. Yos Sudarso mengapit sisi timur bangunan ini, sementara rumah-rumah tinggal membatasi sisi selatan dan barat, memberikan kesan kawasan yang cukup privat namun tetap terhubung dengan lingkungan perkotaan. Di bagian utara, beberapa rumah tinggal menegaskan batas properti, sehingga kamu dapat merasakan aura eksklusivitas kompleks ini. Koordinat lokasi ini berada sekitar 3°61’74,00” LU dan 98°67’14,21” BT, menempatkanmu tepat di kawasan Medan Barat.

Lihat Detail →

Masjid Jamik Sei Deli

Masjid Jamik Sei Deli

Kamu berada di tepian Sungai Deli, tepat di bawah bentang Jembatan Silalas, di sebuah sudut Kota Medan yang sejak lama hidup berdampingan dengan aliran air dan jejak sejarahnya. Di hadapanmu berdiri Masjid Jamik Sei Deli, bangunan yang telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya berdasarkan Lampiran SK Walikota Medan Nomor 433/29.K tanggal 1 Februari 2023 dengan Nomor Dokumen 17/CB/B/2022. Masjid ini bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga penanda perjalanan panjang kehidupan masyarakat Silalas yang tumbuh bersama sungai.

Lihat Detail →

Tentang Objek Cagar Budaya Medan

Kota Medan memiliki beragam objek cagar budaya yang meliputi bangunan, kawasan, struktur, situs, dan benda. Peninggalan ini menjadi saksi perjalanan panjang sejarah kota yang telah dimulai sejak abad ke-11.

Lapisan sejarah tersebut mencerminkan perkembangan kebudayaan dari era pemukiman kuno di Situs Kota Cina, berlanjut pada masa Kesultanan Melayu Deli, periode kolonial, masa revolusi kemerdekaan, hingga perkembangan kota pada masa pasca kemerdekaan. Setiap objek cagar budaya menjadi penanda penting yang membentuk identitas sejarah dan budaya Kota Medan hingga hari ini.

Sejarah Perkembangan Kota

Medan berkembang sebagai pusat perdagangan dan perkebunan tembakau. Berbagai bangunan bersejarah seperti istana, masjid, gereja, dan gedung kolonial menjadi simbol identitas kota hingga saat ini.

Pentingnya Pelestarian

Pelestarian objek cagar budaya membantu menjaga identitas sejarah kota, mendukung pariwisata sejarah, serta menjadi sumber edukasi bagi generasi muda agar warisan budaya tetap lestari.