
Kantor Pos Besar
Bangunan








Scan untuk membuka halaman ini
https://cagarbudayamedan.com/sites/kantor-pos-besarDeskripsi Sejarah
Kamu berada di salah satu sudut paling ikonik di pusat Kota Medan, tepat di kawasan Kesawan yang sarat sejarah, dan di hadapanmu berdiri megah Kantor Pos Besar Medan dengan kubah khasnya yang langsung mencuri perhatian. Bangunan ini telah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya berdasarkan Lampiran SK Walikota Medan Nomor 433/28.K/X/2021 tanggal 28 Oktober 2021 dengan Nomor Dokumen 15/CB/B/2021. Jenisnya adalah bangunan kantor dengan sifat profan, dan statusnya sudah ditetapkan sebagai cagar budaya, menegaskan perannya sebagai bagian penting dari sejarah pelayanan publik di kota ini. Bangunan ini beralamat di persimpangan Jalan Balai Kota dan Jalan Kantor Pos, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Secara posisi, ia berada tepat di seberang Lapangan Merdeka dan berdekatan dengan kawasan perniagaan lama. Di sebelah utara berbatasan dengan Kantor PT Telkom, di timur dengan bangunan Bank BCA, di selatan dengan Jalan Pos dan Jalan Bukit Barisan, serta di barat dengan Jalan Balai Kota. Letaknya yang strategis di jantung kota menjadikannya simpul penting aktivitas ekonomi dan sosial sejak awal abad ke-20.
Kantor Pos Besar Medan mulai dibangun pada tahun 1909 dan selesai pada tahun 1911, kemudian secara resmi berdiri dan beroperasi pada tahun 1914 dalam konteks perkembangan administrasi kota. Bangunan ini dirancang oleh arsitek Belanda J. Snuyf, yang pada masa itu menjabat sebagai kepala departemen pekerjaan umum kolonial (BOW / Burgerlijke Openbare Werken) di Batavia. Proyek ini menjadi salah satu karya besar awalnya dan memperlihatkan eksperimen arsitektur peralihan, yakni transisi dari gaya tradisional Belanda menuju bentuk yang lebih adaptif terhadap iklim tropis.
Secara fisik, bangunan ini memiliki panjang sekitar 60 meter, lebar 20 meter, dan tinggi kurang lebih 20 meter, dengan luas bangunan ± 2000 meter persegi. Materialnya merupakan kombinasi kayu, bata, tanah, batu, beton bertulang, baja, serta lantai granit. Bentuk atapnya berkubah, menjadikannya mudah dikenali dari kejauhan. Gevel atau pediment pada fasade mengingatkan pada arsitektur tradisional Belanda, sementara keberadaan dormer dan detail menara memperkuat karakter kolonialnya. Elemen lampu hias pada bagian luar menambah sentuhan estetis yang khas.
Sejak awal, bangunan ini difungsikan sebagai kantor pos dan tetap menjalankan fungsi tersebut hingga sekarang. Pada masa kolonial, keberadaannya sangat penting untuk menjamin keamanan surat-menyurat, terutama bagi kalangan pedagang dan administratur perkebunan yang berhubungan dengan luar Jawa maupun Negeri Belanda. Medan yang tumbuh pesat akibat industri perkebunan tembakau membutuhkan infrastruktur komunikasi yang andal, dan kantor pos ini menjadi jawabannya. Ia bukan sekadar tempat mengirim surat, tetapi pusat distribusi informasi, barang, bahkan penyimpanan uang pada masanya.
Kondisi bangunan saat ini dinyatakan utuh dan terpelihara. Meski pernah mengalami kebakaran pada tahun 2003, struktur utamanya tetap bertahan. Beberapa bagian interior menunjukkan pelapukan plester, namun secara umum bangunan masih terawat. Pada tahun 2022, PT Pos Indonesia melakukan perubahan konsep dengan menghadirkan Pos Bloc, mengadaptasi sebagian interior menjadi ruang kuliner dan UMKM tanpa menghilangkan bentuk utama bangunan. Penambahan bangunan baru berupa mushalla di bagian tengah lahan juga dilakukan tanpa mengganggu karakter asli fasade.
Nilai penting bangunan ini sangat kuat dari sisi sejarah karena menjadi kantor pos pertama di Provinsi Sumatera Utara dan berdiri sejak masa awal Medan disetujui sebagai Gemeente. Ia menjadi bukti bahwa sejak awal pertumbuhannya, Medan telah memiliki pusat distribusi surat-menyurat untuk kepentingan sosial dan ekonomi, baik dalam negeri maupun luar negeri. Nilai estetisnya terletak pada langgam arsitektur kolonial peralihan dengan gevel yang menonjol dan komposisi massa bangunan sudut yang unik, menjadikannya landmark kawasan Merdeka–Kesawan. Nilai kelangkaannya terlihat dari semakin sedikitnya bangunan sudut kolonial dengan detail arsitektural sebaik ini yang masih bertahan di Medan. Nilai ilmiahnya juga tinggi karena menyimpan informasi tentang sistem komunikasi, filateli, teknologi konstruksi awal abad ke-20, serta tata ruang kantor publik kolonial. Dari sisi keaslian, bentuk utama bangunan masih dipertahankan sebagaimana rancangan awalnya, dengan perubahan yang relatif minimal dan bersifat adaptif.
Berdasarkan hasil verifikasi, bangunan Kantor Pos Besar Medan direkomendasikan menjadi Objek Cagar Budaya Peringkat Provinsi Sumatera Utara. Tim Ahli Cagar Budaya Kota Medan tahun 2025 menyatakan bangunan ini layak diberikan rekomendasi sebagai Bangunan Cagar Budaya Peringkat Provinsi. Saat kamu berdiri memandang kubahnya yang kokoh dan fasade bergaya kolonialnya, kamu sedang menyaksikan lebih dari sekadar kantor pos, tetapi sebuah saksi hidup perjalanan komunikasi, perdagangan, dan pertumbuhan Kota Medan selama lebih dari satu abad.






Informasi
Lokasi Kantor Pos Besar
Koordinat
3.5917067717922624, 98.67743430881191
Alamat
Jl. Balai Kota – Jl. Kantor Pos, Kota Medan, Sumatera Utara