Objek Cagar Budaya Kota Medan
Jelajahi 81+ cagar budaya bersejarah yang menjadi saksi perjalanan Kota Medan.
Menampilkan 81 objek
BangunanMasjid Raya Al-Mashun
Kamu berada di kawasan yang sejak awal abad ke-20 menjadi pusat kegiatan keagamaan dan kekuasaan Kesultanan Deli. Bangunan di hadapanmu adalah Masjid Raya Al Mashun, masjid utama kesultanan yang hingga kini masih aktif digunakan sebagai tempat ibadah dan menjadi penanda sejarah Kota Medan.
Lihat Detail
BangunanIstana Maimoon
Kamu sedang berada di Jl. Brigjend Katamso No.66, tepat di kawasan Kecamatan Medan Maimun, di hadapan sebuah istana yang bukan sekadar bangunan tua, tapi juga saksi bisu perjalanan sejarah Kerajaan Kesultanan Melayu Deli dan kota Medan. Inilah Istana Maimoon, dibangun oleh Sultan Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah pada tahun 1888 dan selesai pada 1891, dengan renovasi signifikan dilakukan pada 1923. Luas bangunan mencapai 3.617 m2 dengan luas lahan keseluruhan 42.410 m2, membentang memanjang dari utara ke selatan dengan orientasi utama menghadap timur, sementara bagian belakang menghadap Sungai Deli di barat.
Lihat Detail
BangunanVihara Gunung Timur
Anda berada di Vihara Gunung Timur, ruang sakral yang menjadi penanda kuat kehidupan spiritual masyarakat Tionghoa di Kota Medan. Terletak di Jl. Hang Tuah No. 16, Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, vihara ini berdiri di lahan luas sekitar 5.000 meter persegi dan dikelilingi aliran Sungai Babura di sisi utara, timur, dan sebagian selatan. Bangunan ini telah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya melalui SK Walikota Medan Nomor 433/28.K/X/2021 tanggal 28 Oktober 2021.
Lihat Detail
BangunanTjong A Fie Mansion
Bangunan ini dimiliki oleh keluarga Tjong A Fie. Tjong A Fie, seorang kapiten Cina, bersama abangnya Tjong Yong Hian, menjadi pemimpin masyarakat Cina di Medan sejak masa kolonial Belanda. Kontribusinya bagi perkembangan kota termasuk membangun Mesjid Bengkok, menambahkan mahkota 'tower clock' pada gedung walikota, dan ikut memprakarsai pembangunan jembatan kebajikan.
Lihat Detail
StrukturLapangan Merdeka
Lapangan Merdeka (dulu Medan Esplanade) adalah ruang terbuka publik yang menyertai permulaan Kota Medan. Setelah perpindahan ibukota dari Labuhan Deli ke tanah konsesi Kesultanan Deli di Kesawan, Belanda mengembangkan infrastruktur untuk mendukung aktivitas perkebunan.
Lihat Detail
BangunanMuseum Perjuangan TNI
Bangunan ini dibangun pada 1931 dan difungsikan tahun 1934 sebagai kantor Levensverzekering Maatschappij Arnhemse, perusahaan asuransi Belanda. Pada tahun 1952, perusahaan ini diakuisisi oleh Nederlandsche Indische Levensverzekering en Lijfrente Maatschappij (NILMIJ), perusahaan asuransi jiwa pertama di Hindia Belanda.
Lihat Detail
StrukturTaman Sri Deli
Taman ini direncanakan oleh Gemeente Medan sebagai fasilitas umum dari pembangunan kompleks perumahan untuk pegawai Gemeente Medan pada tahun 1930 dan dibangun pada tahun 1931. Total perumahan yang dibangun oleh pemerintah saat itu sebanyak 65 rumah untuk orang Eropa dan Pribumi.
Lihat Detail








