Struktur Bata di Kota Cina

Struktur Bata di Kota Cina

Struktur
Struktur Bata di Kota Cina - 1
Struktur Bata di Kota Cina - 2
Struktur Bata di Kota Cina - 3
Struktur Bata di Kota Cina - 4
Struktur Bata di Kota Cina - 5
Struktur Bata di Kota Cina - 6
Struktur Bata di Kota Cina - 7
Struktur Bata di Kota Cina - 8
Struktur Bata di Kota Cina - 9
Struktur Bata di Kota Cina - 10

Deskripsi Sejarah

Kamu berada di sebuah hamparan lahan tua yang menyimpan jejak peradaban berabad-abad lalu. Di hadapanmu adalah Struktur Bata di Kota Cina yang diusulkan sebagai Cagar Budaya Peringkat Provinsi Sumatera Utara oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Tahun 2026. Struktur ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya dan dikategorikan sebagai Struktur bersifat sakral, dengan ukuran panjang 270 cm dan lebar 107 cm, tersusun dari material bata yang masih memperlihatkan karakter aslinya. Meski kini tinggal sebagian, susunan bata tersebut menjadi penanda kuat bahwa kawasan ini pernah menjadi ruang penting dalam lanskap religius dan permukiman masa lalu.

Struktur ini terletak di Jalan Kota Cina, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, pada koordinat 3.7209730 98.6561910. Batas utaranya Kelurahan Labuhan, timur Jalan Sutomo, selatan Rengas Pulau, dan barat Kelurahan Terjun. Dahulu kawasan ini berupa rawa dan lahan terbuka, sebagian kini menjadi permukiman aktif. Di sektor Keramat Pahlawan, jejak struktur bata masih tampak di antara semak dan perubahan lanskap yang terus berlangsung.

Struktur bata ini merupakan bagian dari kompleks yang diidentifikasi sebagai kawasan percandian. Penelitian telah dilakukan sejak 1974 oleh Edmund Edwards McKinnon, dilanjutkan Balai Arkeologi Medan (2008–2009), serta kerja sama EFEO dan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (2010 dan 2013). Di area Keramat Pahlawan ditemukan struktur bata besar, batu pilar granit, artefak keramik dan tembikar, terak besi, serta fitur bekas rumah panggung pendukung Situs Kota Cina. Temuan batu pilar granit dan struktur bata candi dianggap sebagai penanda batas kawasan sakral dan dibandingkan dengan temuan di Candi Sambisari.

Catatan awal tentang Kota Cina muncul pada 1823 ketika John Anderson menyebut adanya batu besar bertuliskan karakter tak dikenali. Tahun 1914 kontrolir Belanda Krom melakukan survei, namun situs ini sempat terlupakan hingga penelitian kembali dilakukan pada 1973 oleh McKinnon dan Luckman Sinar setelah temuan keramik Dinasti Song dan Yuan. Penelitian lanjutan oleh John Miksic, Manguin, Daniel Perret, dan lainnya mengungkap bahwa Kota Cina merupakan permukiman dan bandar perdagangan aktif antara abad ke-11 hingga ke-14 M.

Hasil penanggalan tembikar, porselen impor, dan analisis radiokarbon menunjukkan Kota Cina sebagai salah satu pemukiman kuno terpenting di pesisir timur Sumatera Utara. Temuan meliputi arca Buddha, fragmen arca Wisnu dan Laksmi, tiang pancang kayu, struktur bata, batu pilar, emas, mata uang Tiongkok (kepeng), fragmen keramik dan tembikar, serta manik-manik. Keragaman ini menunjukkan Kota Cina sebagai kota kosmopolitan dengan jaringan dagang ke China, India Selatan, dan Samudra Hindia, bahkan diduga terdapat komunitas Tamil yang turut merancang tata ruang kawasan.

Kondisi kini menunjukkan struktur bata tinggal sebagian, sementara sebagian besar kawasan telah berubah menjadi permukiman dan kompleks perumahan. Tahun 2015 lahan sekitar Keramat Pahlawan sempat dibuldozer, dan pada 2016 ditemukan kembali dua struktur bata melalui program Rumah Peradaban Balai Arkeologi Medan. Struktur tersebut kini terbuka dengan pelindung atap sederhana, sedangkan artefak disimpan di Museum Situs Kota Cina, Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara, dan Balai Arkeologi Medan. Status kepemilikan lahan tercatat atas nama Ichwan Azhari.

Nilai penting Struktur Bata di Kota Cina sangat kuat: nilai sejarah sebagai bukti kejayaan peradaban pra-Islam abad ke-11–14 M; nilai estetika dari keberagaman struktur dan artefak hasil akulturasi budaya; nilai kelangkaan karena jarangnya temuan serupa di Sumatera Utara; nilai ilmu pengetahuan sebagai sumber kajian arkeologi, sejarah, antropologi, geologi, dan arsitektur kuno; serta nilai keaslian karena susunan bata masih mempertahankan bentuk aslinya meski terancam aktivitas manusia. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya dan Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 2 Tahun 2022, struktur ini memenuhi kriteria penetapan dan direkomendasikan sebagai Struktur Cagar Budaya Peringkat Provinsi Sumatera Utara. Saat kamu memandangi susunan bata tua itu, kamu sedang menatap sisa jejak kota pelabuhan kuno yang pernah hidup hampir empat abad, fragmen memori perdagangan lintas samudra dan kehidupan kosmopolitan pesisir timur Sumatera.

Informasi

Lokasi Struktur Bata di Kota Cina

Koordinat

3.720973, 98.656191

Alamat

Jalan Kota Cina, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Sumatera Utara