Stasiun Kereta Api Medan di Medan

Stasiun Kereta Api Medan

Bangunan
Stasiun Kereta Api Medan - 1
Stasiun Kereta Api Medan - 2
Stasiun Kereta Api Medan - 3
Stasiun Kereta Api Medan - 4
Stasiun Kereta Api Medan - 5

Deskripsi Sejarah

Jalur kereta api di Medan pertama kali dibangun oleh Deli Spoorweg Maatschappij (DSM), sebuah perusahaan kereta api swasta, pada tahun 1883. Pembangunan ini dilakukan bersamaan dengan pengembangan jalur Medan–Belawan untuk mendukung pertumbuhan industri perkebunan di Pantai Timur Sumatra.

Stasiun Kereta Api Medan mulai beroperasi pada tahun 1886 dan pertama kali diperluas pada tahun 1892 dengan penambahan bangunan di kedua sisi. Pada tahun 1888, perusahaan telah mengangkut 28.559 ton barang, terutama tembakau, dan jumlah ini meningkat drastis pada tahun-tahun berikutnya.

Pada tahun 1900, volume angkutan meningkat hingga tujuh kali lipat dengan dominasi tembakau mencapai 90 persen. Nilai saham perusahaan meningkat pesat dan pada tahun 1914 mencapai sepuluh juta gulden, mendorong penerbitan obligasi untuk membiayai investasi lanjutan.

Bengkel kereta api DSM berlokasi di Poloe-Brayan, Medan Utara, yang kini dikenal sebagai Balai Yasa Pulu Brayan dan berfungsi sebagai pusat perawatan lokomotif, kereta, dan gerbong untuk wilayah Divisi Regional I.

Sejak tahun 1910, karet menjadi salah satu komoditas utama angkutan kereta api. Pada tahun 1913, tercatat sebanyak 50.230 penumpang kelas I, 151.000 penumpang kelas II, dan 1,56 juta penumpang kelas III diangkut oleh perusahaan ini, selain kargo dan hewan ternak dalam jumlah besar.

Pada tahun 1914, jaringan kereta api yang dioperasikan mencapai panjang 263 kilometer. Perusahaan juga meningkatkan modalnya menjadi sepuluh juta gulden pada April 1913, dengan pembagian dividen yang mencapai 12–15 persen hingga tahun 1919.

Pada tahun 1917, DSM mengangkut sekitar 2,7 juta penumpang dan 617.000 ton barang. Sejak tahun 1918, jalur menuju Besitang dibangun untuk terintegrasi dengan Atjeh Tram, dilanjutkan hingga Pangkalan Brandan pada tahun 1919 dengan sistem sepur ganda.

Stasiun Medan sebagai stasiun pusat mengalami beberapa kali pengembangan, termasuk penambahan kanopi selebar 3,3 meter pada tahun 1899 serta perpanjangan platform peron menjadi 40 meter pada tahun 1910.

Pada tahun 1938, bangunan stasiun kembali diperluas dengan penambahan menara jam yang dirancang oleh Ir. Meijer bekerja sama dengan Ir. J.H. Valk. Menara ini masih berdiri hingga kini, meskipun bangunan stasiun kembali direnovasi pada tahun 1989.

Pada tahun 1957, DSM dinasionalisasi oleh Pemerintah Indonesia dan berubah menjadi Perusahaan Jawatan Kereta Api, yang kemudian berkembang menjadi PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Seiring meningkatnya jumlah penumpang dan peran strategis stasiun sebagai akses menuju Bandara Internasional Kualanamu, PT KAI melakukan renovasi besar pada tahun 2013 dengan penataan ulang interior dan eksterior bangunan. Untuk meningkatkan pelayanan, pengelola juga menyediakan fasilitas hotel yang dapat digunakan penumpang dalam waktu singkat sambil menunggu keberangkatan kereta.

Informasi

Lokasi Stasiun Kereta Api Medan

Koordinat

3.5916154308226247, 98.67948367979342

Alamat Resmi

Jl. Stasiun Kereta Api, Kota Medan, Sumatera Utara