
Stasiun Kereta Api Labuhan
Bangunan










Scan untuk membuka halaman ini
https://cagarbudayamedan.com/sites/stasiun-kereta-api-labuhanDeskripsi Sejarah
Kamu berada di kawasan pesisir utara Kota Medan, di jalur yang sejak lebih dari satu abad lalu menjadi nadi pergerakan orang dan barang. Di hadapanmu berdiri Bangunan Stasiun Kereta Api Labuhan, sebuah stasiun tua yang diusulkan sebagai Cagar Budaya Peringkat Provinsi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan tahun 2026. Meski tampak sederhana, bangunan ini menyimpan sejarah panjang transportasi rel di Sumatera Utara.
Bangunan ini beralamat di Jalan KL. Yos Sudarso, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, dengan koordinat tengah 3°73‘5354“ LU dan 98°67‘7099“ BT. Di sisi barat berbatasan dengan UPT Puskesmas Pekan Labuhan, sementara sisi utara, timur, dan selatan berada dalam kawasan perkeretaapian dan permukiman sekitar. Letaknya yang dekat kawasan industri dan pelabuhan menegaskan peran strategisnya sejak masa kolonial.
Dalam klasifikasi jenis, bangunan ini termasuk kategori stasiun kereta api dengan sifat profan. Tahun pembangunan permanennya tercatat 1919 dan berasal dari periode kolonial. Statusnya telah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya. Kepemilikan berada pada PT. KAI dan pengelolaannya oleh PT. KAI (Persero).
Pada awalnya bangunan stasiun ini dibangun menggunakan konstruksi kayu, sebagaimana stasiun lain di luar Kota Medan. Pada tahun 1919 dilakukan renovasi dan dibangun permanen menggunakan batu bata. Ir. Meijer, arsitek yang bekerja untuk Deli Spoorweg Maatschappij (DSM), turut merancang stasiun-stasiun yang dibangun DSM, termasuk stasiun ini. Bangunan satu tingkat ini menampilkan konstruksi permanen batu bata dengan langgam arsitektur modern Art Nouveau yang kini tergolong langka di Kota Medan.
Stasiun Labuhan memiliki dua jalur kereta api dan sekitar satu kilometer di sebelah utara terdapat percabangan menuju Depot Pertamina Labuhan. Di stasiun ini rangkaian ketel BBM yang baru diisi dari depot distabilkan sebelum ditarik ke Stasiun Medan. Dengan demikian, fungsinya tidak hanya sebagai tempat naik turun penumpang, tetapi juga bagian penting dalam distribusi bahan bakar dan sistem logistik kota.
Secara historis, stasiun ini berjarak sekitar 17 kilometer dari Stasiun Medan. Jalur pertama di Sumatera Utara yang menghubungkan Medan–Labuhan dibangun DSM mulai tahun 1883, dan jalur rel ganda ke Labuhan mulai digunakan pada 1919 sebagai cikal bakal jalur Medan–Belawan. Stasiun ini termasuk dalam rangkaian stasiun awal yang menopang perkembangan perkebunan dan perekonomian Deli serta Kota Medan pada masa kolonial.
Kondisi bangunan saat ini dinyatakan utuh dan terpelihara. Meski tampak kusam karena lama tidak dicat ulang, struktur bangunan masih kokoh dan baik. Fasade dan interior peron masih mempertahankan bentuk awalnya tanpa riwayat pemugaran besar, sehingga nilai keasliannya tetap terjaga. Dari sisi sejarah, estetika, ilmiah, dan keaslian sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 dan Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 2 Tahun 2012, stasiun ini direkomendasikan sebagai Bangunan Cagar Budaya Peringkat Provinsi Sumatera Utara. Saat kamu berdiri di peronnya dan membayangkan suara lokomotif uap yang dahulu hilir mudik membawa hasil bumi dan bahan bakar, kamu sedang menyaksikan simpul penting modernisasi transportasi di pesisir timur Sumatera.





Informasi
Lokasi Stasiun Kereta Api Labuhan
Koordinat
3.7353098043329895, 98.67703516709342
Alamat
Jl. KL. Yos Sudarso, Pekan Labuhan, Kec. Medan Labuhan, Kota Medan, Sumatera Utara