Sekolah YPK Santo Yoseph

Sekolah YPK Santo Yoseph

Bangunan
Sekolah YPK Santo Yoseph - 1
Sekolah YPK Santo Yoseph - 2
Sekolah YPK Santo Yoseph - 3
Sekolah YPK Santo Yoseph - 4
Sekolah YPK Santo Yoseph - 5
Sekolah YPK Santo Yoseph - 6
Sekolah YPK Santo Yoseph - 7
Sekolah YPK Santo Yoseph - 8

Deskripsi Sejarah

Kamu berada di kawasan lama Kota Medan, di antara bangunan-bangunan yang menjadi saksi perjalanan panjang pendidikan dan iman di kota ini. Di hadapanmu berdiri Bangunan Sekolah YPK Santo Yoseph, sebuah kompleks pendidikan yang kini diusulkan sebagai Cagar Budaya Peringkat Provinsi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan tahun 2026. Dari fasadnya yang simetris hingga detail arsitekturnya yang sederhana namun tegas, bangunan ini langsung memperlihatkan jejak kuat masa kolonial yang masih terawat dengan baik hingga sekarang.

Bangunan ini beralamat di Jalan Pemuda No. 3A dan Jalan Palang Merah, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Secara spasial, posisinya sangat strategis dan dikelilingi lingkungan yang juga sarat aktivitas kota. Di sebelah utara berbatasan dengan TK St. Joseph, di timur dengan Jalan Pegadaian, di selatan dengan Kantor Pegadaian, dan di barat dengan ruko perabot. Titik koordinat tengahnya berada pada 3°58’5015’’N dan 98°68’1756’’E, menegaskan keberadaannya dalam lanskap inti perkembangan Kota Medan.

Nama bangunan cagar budaya ini adalah Sekolah YPK Santo Yoseph dengan Nomor Register Nasional Cagar Budaya yang masih dalam proses pencatatan. Berdasarkan klasifikasinya, bangunan ini termasuk kategori lainnya yaitu Sekolah, dengan sifat profan. Bangunan memiliki panjang 72 meter dan lebar 16 meter dengan luas bangunan kurang lebih 1.152 meter persegi. Material utamanya terdiri dari bata dan beton bertulang, dengan penutup atap menggunakan genteng. Dari segi periode, bangunan ini berasal dari masa Kolonial dan saat ini berstatus sudah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya. Status kepemilikan berada di bawah Yayasan Santo Yoseph.

Kondisi bangunan saat ini utuh dan terpelihara dengan baik. Lantai menggunakan ubin, dinding setebal satu bata, struktur kolom beton bertulang, serta atap genteng yang masih berfungsi optimal. Bangunan asli peninggalan Belanda di kawasan ini tersisa dua unit utama, yaitu bangunan yang difungsikan sebagai Sekolah Dasar dan satu lagi sebagai Taman Kanak-kanak. Penambahan gedung SMP dilakukan pada tahun 1991, disusul pembangunan gedung baru pada era 2000-an, namun massa bangunan asli tetap mempertahankan bentuknya.

Bangunan Sekolah Dasar dirancang dengan arsitektur modern kolonial yang telah beradaptasi dengan iklim tropis. Struktur beton bertulangnya dipadukan dengan dekorasi minimal. Bangunan terdiri dari dua lantai dengan total 18 ruangan, masing-masing sembilan ruangan di lantai satu dan sembilan di lantai dua, dengan ukuran setiap ruangan 8 x 8 meter. Fasadnya simetris dan dipenuhi deretan pintu serta jendela sebagai bentuk adaptasi terhadap iklim tropis, memungkinkan sirkulasi udara dan pencahayaan alami yang maksimal.

Pada bagian atap terdapat dormer, yaitu jendela vertikal yang menonjol dari bidang atap miring. Elemen ini berfungsi sebagai ventilasi untuk pertukaran udara. Dinding luar sepanjang teras dilapisi material batu kacang, bukan sekadar estetika, tetapi sebagai antisipasi terhadap aktivitas anak-anak yang aktif agar dinding tidak mudah kotor. Detail-detail ini menunjukkan bagaimana desainnya tidak hanya mempertimbangkan tampilan, tetapi juga fungsi dan kebutuhan pengguna.

Sejarah bangunan ini dimulai dengan peletakan batu pertama pada 18 Mei 1925. Hanya tujuh bulan kemudian, pada Sabtu sore 2 Januari 1926, sekolah ini diresmikan oleh kontraktor Willem Jaski yang mewakili biro arsitek ternama Hulswit-Fermont-Cuypers sebagai perancangnya. Peresmian tersebut dihadiri jemaat gereja dan wartawan. Seorang jurnalis Sumatra Post bahkan mencatat bagaimana desain bangunan menciptakan suasana intim dan terorganisir, lengkap dengan aula resepsi, ruang konsultasi, kapel sementara, kelas Froebel, ruang menjahit, sayap tidur, dapur pantry, toilet, hingga taman dalam berukuran sekitar 25 x 30 meter yang dikelilingi galeri penghubung.

Pada awalnya kapasitas biara diperhitungkan untuk 18 perempuan, kemungkinan siswa dari sekolah lain di Medan. Sekolah Katolik ini difasilitasi untuk anak-anak Eropa yang tinggal di Medan pada masa kolonial. Seiring bertambahnya jumlah murid, kompleks terus berkembang dengan penambahan bangunan baru. Bangunan Taman Kanak-kanak sebelumnya difungsikan sebagai asrama biarawati. Renovasi pada gedung Sekolah Dasar tahun 2009 hanya berupa penggantian keramik tanpa mengubah bentuk massa asli. Saat ini kompleks dikelola dua manajemen berbeda, gedung SD oleh Yayasan St. Joseph dan gedung TK oleh Yayasan Setia.

Sebagai bangunan yang hampir berusia satu abad sejak berdiri tahun 1926, Sekolah YPK Santo Yoseph memiliki nilai sejarah yang kuat sebagai bagian dari perkembangan pendidikan di Kota Medan sejak masa kolonial Belanda. Dari sisi estetika, bangunan ini merupakan karya biro arsitek terkenal yang menerapkan teknologi beton bertulang dengan karakter arsitektur modern kolonial yang sederhana namun detail. Garis horizontal dominan dan overstek atap yang lebar memperlihatkan adaptasi terhadap iklim tropis.

Nilai edukasinya tampak jelas karena sejak awal difungsikan sebagai fasilitas pendidikan dan hingga kini tetap menjalankan fungsi tersebut. Nilai sosialnya juga kuat karena berkaitan erat dengan komunitas Katolik di Kota Medan dan masih eksis sampai sekarang. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 dan Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 2 Tahun 2012, bangunan ini memenuhi kriteria nilai sejarah, estetika, edukasi, dan sosial, sehingga direkomendasikan menjadi Bangunan Cagar Budaya Peringkat Provinsi Sumatera Utara.

Kini, ketika kamu berdiri menatap dinding-dinding yang telah melewati hampir seratus tahun perjalanan waktu itu, kamu tidak hanya melihat sebuah sekolah. Kamu sedang menyaksikan lapisan sejarah pendidikan, arsitektur kolonial yang beradaptasi dengan tropis, serta jejak komunitas yang tumbuh dan bertahan di jantung Kota Medan.

Informasi

Lokasi Sekolah YPK Santo Yoseph

Koordinat

3.584575354933063, 98.68217487209576

Alamat

Jl. Pemuda No. 3A dan Jl. Palang Merah, Kota Medan, Sumatera Utara