
Sekolah Khalsa
Bangunan



Scan untuk membuka halaman ini
https://cagarbudayamedan.com/sites/sekolah-khalsaDeskripsi Sejarah
Selamat datang di Sekolah Badan Perguruan Nasrani 1 Medan, salah satu bangunan bersejarah yang menjadi saksi perjalanan pendidikan dan perkembangan sosial-budaya kota Medan sejak era kolonial Belanda. Terletak di Jl. Teuku Umar No. 14, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, sekolah ini berdiri sebagai bukti sejarah panjang komunitas India di kota ini. Bangunan cagar budaya ini berada pada koordinat 3°58’4496’’ LU dan 98°67’0611’’ BT, dengan batas-batas jelas: di utara berbatasan dengan Jalan Kalingga, di timur berbatasan dengan Jalan Teuku Umar, di selatan berbatasan dengan Jalan Raden Saleh, dan di barat berbatasan dengan Jalan Pagaruyung.
Sekolah ini awalnya dibangun pada tahun 1931, dengan renovasi dan perluasan pada tahun 1971, mengikuti gaya modern colonial yang beradaptasi dengan iklim tropis. Bangunan ini dirancang untuk memberikan kenyamanan dan fungsi optimal bagi kegiatan belajar mengajar. Gedung sekolah terdiri dari dua lantai dengan barisan tiang yang membentuk selasar atau gallery sebagai sirkulasi antar ruang kelas. Kolom utama yang besar dihiasi dengan garis-garis mendatar, sementara kolom-kolom kecil di antaranya menyalurkan beban dari balok, menunjukkan keseimbangan antara estetika minimalis dan fungsi struktural. Bentuk atap yang menonjol dengan overhang dan selasar yang mengelilingi bangunan mencerminkan adaptasi arsitektur kolonial terhadap iklim tropis Medan.
Material konstruksi sekolah ini mencakup beton bertulang, yang memberikan kekokohan, ketahanan, dan umur panjang, sehingga hingga saat ini bangunan masih berdiri tegak dan utuh. Interiornya tetap mempertahankan karakter aslinya, meskipun terdapat beberapa penyesuaian fungsional, seperti tambahan ruang kelas di sisi utara. Secara keseluruhan, desain sekolah ini lebih menekankan modern fungsional, dengan dekorasi yang minimal dan sedikit ornamen art deco, sesuai prinsip pendidikan kolonial pada masa itu.
Sejarah sekolah ini sangat kaya. Sekolah ini dibangun atas inisiatif Kapten India Ranjit Singh sebagai sekolah India berbahasa Inggris pertama di Medan, yang dikenal sebagai Khalsa English School, terletak di lingkungan masyarakat India, Kampung Keling. Pada tahun 1960-an, seiring penghapusan sekolah untuk komunitas Cina dan India, sekolah ini berubah menjadi sekolah umum. Sekolah Khalsa sempat ditutup pada tahun 1992, memicu protes dari komunitas Hindu dan alumni. Selama masa berdirinya, sekolah ini menjadi pusat pendidikan bergengsi dan banyak dikunjungi tokoh penting, termasuk Perdana Menteri India pertama Jawaharlal Nehru dan tokoh karismatik Indira Gandhi. Informasi sejarah ini menegaskan posisi sekolah sebagai saksi perkembangan pendidikan dan interaksi komunitas India di Medan. Sekolah ini kini kembali dibuka dan masih berfungsi sebagai lembaga pendidikan, menjaga warisan budaya dan sejarahnya.
Dari sisi estetika, gedung sekolah menonjol dengan barisan tiang besar, selasar mengelilingi gedung, dan atap modern colonial. Dekorasi yang sederhana menekankan prinsip fungsional, sementara bentuk bangunan yang simetris dengan galeri antar ruang kelas memperkuat karakter arsitektur kolonial. Sistem sirkulasi udara alami melalui selasar dan ventilasi tinggi di tiap kelas menunjukkan adaptasi bangunan terhadap iklim tropis Medan.
Nilai sosial sekolah ini juga sangat penting. Gedung ini awalnya diperuntukkan bagi komunitas Hindu di Medan, yang pada saat itu cukup besar dan berpengaruh. Sekolah ini menjadi pusat pembelajaran, interaksi sosial, dan pelestarian budaya komunitas India Hindu, sekaligus memberi kontribusi pada pendidikan formal di kota Medan. Gedung ini bukan hanya ruang belajar, tetapi juga simbol integrasi budaya dan pendidikan komunitas minoritas dalam kota multietnis.
Dengan mempertimbangkan nilai sejarah (historical value), nilai estetika (aesthetic value), dan nilai sosial (social value), Sekolah Badan Perguruan Nasrani 1 Medan diusulkan dan direkomendasikan sebagai Cagar Budaya peringkat Provinsi Sumatera Utara. Penetapan ini bertujuan untuk menjaga kelestarian gedung, sekaligus memberi kesempatan bagi masyarakat dan generasi mendatang untuk memahami sejarah pendidikan kolonial, arsitektur modern colonial, dan peran komunitas India Hindu dalam perkembangan kota Medan. Gedung ini merupakan simbol pendidikan bersejarah, warisan budaya, dan identitas kota yang patut dijaga dan dihargai.
Status kepemilikan sekolah ini berada di bawah Yayasan Perguruan Nasional Khalsa, dengan status pengelolaan oleh Badan Pembina (Satok Singh/Tomi). Kondisi bangunan saat ini utuh dan terpelihara, meskipun terdapat beberapa tambahan gedung baru di area sekolah. Secara keseluruhan, gedung ini tetap mempertahankan karakter asli kolonialnya dan berfungsi optimal sebagai lembaga pendidikan.
Urgensi penetapan cagar budaya peringkat provinsi didasarkan pada keunikan sejarah, arsitektur kolonial yang masih terpelihara, dan peran sosial yang kuat dari komunitas India Hindu di Medan. Sekolah ini menjadi bukti nyata keberadaan dan kontribusi komunitas minoritas dalam perkembangan pendidikan dan kebudayaan kota Medan.



Informasi
Lokasi Sekolah Khalsa
Koordinat
3.5844057264513296, 98.67108077435279
Alamat
Jl. Teuku Umar No. 14, Kota Medan, Sumatera Utara