
Rumah Tinggal Ms Yetina
Bangunan




Scan untuk membuka halaman ini
https://cagarbudayamedan.com/sites/rumah-tinggal-ms-yetinaDeskripsi Sejarah
Selamat datang di Rumah Tinggal Ms Yetina. Saat ini Anda berada di salah satu bangunan bersejarah yang menjadi saksi kehidupan sosial dan budaya kota Medan pada masa kolonial. Terletak di Jl. Mangkubumi No. 9, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, rumah tinggal ini memiliki nilai penting dari sisi sejarah, estetika, dan keaslian. Bangunan menempati koordinat 3°58’25,86” LU dan 98°68’01,22” BT, dengan batas-batas yang jelas: di utara berbatasan dengan Jalan Perintis Kemerdekaan, di timur berbatasan dengan Jalan Sutomo, di selatan berbatasan dengan ruko, dan di barat berbatasan dengan Jalan Timor.
Rumah ini dibangun pada tahun 1912, pada masa kolonial Belanda, sebagai tempat peristirahatan bagi pejabat Belanda yang bekerja di perusahaan perkebunan tembakau Deli, khususnya untuk para asisten kebun. Salah satu penghuni awalnya adalah General Manager Deli Maatschappij, Mr. Ingerman, yang menempati rumah ini selama bertugas di Sumatera Timur. Pada masa pendudukan Jepang, rumah ini digunakan oleh pejabat Jepang. Setelah kemerdekaan, rumah ini dibeli oleh seorang pengusaha Tionghoa, dan hingga saat ini masih ditempati oleh ahli warisnya.
Bangunan ini dirancang dengan arsitektur Melayu-Islam yang berpadu dengan elemen Eropa, mencerminkan adaptasi desain rumah kolonial untuk iklim tropis Medan. Rumah utama dan bangunan tambahan seperti kamar penjaga dan pembantu dibangun secara terpisah, dengan perbedaan level lantai yang mencapai 50 cm pada rumah utama. Teras depan memiliki ornamen kayu penampis hujan, khas arsitektur Melayu Deli, dan bukaan jendela yang besar memastikan sirkulasi udara optimal di iklim tropis. Pintu samping menghadap ke jalan dengan teras melingkar setinggi 40 cm yang mengarah ke taman, sementara dapur dan area belakang dihubungkan melalui koridor dan tangga dengan level berbeda. Di bagian belakang juga terdapat garasi, gudang, dapur, serta ruang tidur untuk pembantu dan supir, menyesuaikan kebutuhan rumah tangga kolonial Eropa di daerah tropis.
Konstruksi rumah ini menggunakan pondasi umpak, lantai tegel, kolom dan balok kayu, serta atap kuda-kuda kayu, sehingga tetap kokoh meskipun berusia lebih dari satu abad. Secara keseluruhan, rumah ini merupakan contoh prototipe rumah Melayu pada era kolonial yang saat ini sangat langka di kota Medan.
Nilai sejarah rumah ini sangat signifikan. Rumah ini menjadi saksi perkembangan perumahan pejabat perkebunan Deli pada awal abad ke-20, serta memberikan informasi berharga tentang kehidupan sosial-ekonomi dan budaya perkebunan pada masa kolonial. Sejarah pemilikannya yang panjang dan konsisten juga memperkuat keaslian bangunan.
Dari sisi estetika, rumah ini menonjolkan perpaduan arsitektur Melayu dan Eropa, dengan bukaan jendela besar, ornamen kayu tradisional, dan sistem lantai terangkat untuk menghindari banjir serta rayap. Keunikan lain adalah adanya gudang di bagian belakang, yang jarang ditemui pada rumah Melayu tradisional. Bangunan ini memperlihatkan adaptasi desain kolonial terhadap iklim tropis dan kebutuhan hidup modern pada masa itu.
Keistimewaan rumah ini juga terlihat dari keaslian bentuk dan struktur bangunan yang masih terjaga, meskipun terdapat beberapa tambahan ornamen Tionghoa pada jendela. Rumah ini merupakan contoh langka dari rumah administratur kebun kolonial yang tetap utuh dan terpelihara, sekaligus menjadi warisan budaya yang sangat bernilai untuk kota Medan.
Dengan pertimbangan nilai sejarah, nilai estetika, dan kelangkaan (rarity value), Rumah Tinggal Ms Yetina direkomendasikan sebagai Cagar Budaya peringkat provinsi Sumatera Utara, sesuai hasil verifikasi Tim Ahli Cagar Budaya Kota Medan tahun 2026. Penetapan ini bertujuan untuk menjaga kelestarian rumah, sekaligus memberi kesempatan bagi masyarakat dan generasi mendatang untuk memahami sejarah perkebunan, arsitektur kolonial, dan kehidupan sosial-ekonomi kota Medan. Bangunan ini bukan sekadar rumah tinggal, tetapi merupakan saksi sejarah, warisan budaya, dan identitas kota yang patut dijaga dan dihargai.



Informasi
Lokasi Rumah Tinggal Ms Yetina
Koordinat
3.5826690783358406, 98.68010967761083
Alamat
Jl. Mangkubumi No. 9, Kota Medan, Sumatera Utara