Rumah Tinggal Jl. Bundar No.18

Rumah Tinggal Jl. Bundar No.18

Bangunan
Rumah Tinggal Jl. Bundar No.18 - 1
Rumah Tinggal Jl. Bundar No.18 - 2
Rumah Tinggal Jl. Bundar No.18 - 3
Rumah Tinggal Jl. Bundar No.18 - 4
Rumah Tinggal Jl. Bundar No.18 - 5
Rumah Tinggal Jl. Bundar No.18 - 6

Deskripsi Sejarah

Ketika kamu melintasi Jalan Bundar No.18, mungkin dahulu bangunan ini tampak sebagai rumah lama yang berdiri tenang di antara perkembangan kota yang terus bergerak. Namun, saat ini rumah tersebut sudah tidak lagi berdiri karena telah dihancurkan, menyisakan kenangan akan salah satu representasi arsitektur hunian masa kolonial yang pernah bertahan di Kota Medan. Keberadaannya dulu menjadi penanda perkembangan kawasan permukiman elit yang tumbuh seiring pesatnya aktivitas ekonomi kota pada awal abad ke-20.

Secara arsitektural, rumah ini sebelumnya memperlihatkan karakter rumah tinggal kolonial tropis dengan denah memanjang, teras depan yang cukup lebar, serta bukaan jendela berukuran besar untuk memaksimalkan pencahayaan dan sirkulasi udara. Elemen atap miring dengan struktur kayu serta penggunaan ventilasi atas pada dinding menunjukkan bentuk adaptasi terhadap iklim tropis Sumatera Utara.

Material bangunan pada masanya didominasi oleh pasangan dinding bata tebal dengan plester kapur, lantai tegel atau keramik lama, serta kusen dan daun pintu berbahan kayu. Beberapa bagian kemungkinan pernah mengalami renovasi ringan, namun karakter utama bangunan masih dapat dikenali dari bentuk fasad, proporsi ruang, dan detail arsitekturnya sebelum akhirnya bangunan ini dibongkar.

Sebagai rumah tinggal, bangunan ini memiliki nilai sosial budaya karena pernah menjadi bagian dari sejarah hunian masyarakat kota pada masa kolonial hingga pascakemerdekaan. Rumah seperti ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga mencerminkan stratifikasi sosial dan gaya hidup masyarakat pada zamannya.

Kini, keberadaan Rumah Tinggal Jl. Bundar No.18 hanya dapat dikenang sebagai bagian dari lanskap sejarah arsitektur Kota Medan yang telah hilang. Meski secara fisik sudah tidak ada, jejak dan dokumentasinya tetap penting dalam memahami perkembangan kawasan permukiman kota. Hilangnya bangunan ini menjadi pengingat akan pentingnya upaya pelestarian untuk menjaga kesinambungan identitas sejarah dan karakter urban Kota Medan.

Bangunan ini dahulu berlokasi di Jl. Bundar No.18, Pulo Brayan Bengkel Baru, Kec. Medan Timur, Kota Medan, Sumatera Utara 20239, dengan titik koordinat 3.6306319401749074, 98.67232359527672. Secara geografis, posisinya berada di kawasan Medan Timur yang berkembang sebagai area permukiman sejak masa kolonial dan terus mengalami transformasi hingga saat ini.

Informasi

Lokasi Rumah Tinggal Jl. Bundar No.18

Koordinat

3.630578403657055, 98.67230213760578

Alamat

Jl. Bundar No.18, Kota Medan, Sumatera Utara