Restoran Tip Top

Restoran Tip Top

Bangunan
Restoran Tip Top - 1
Restoran Tip Top - 2
Restoran Tip Top - 3
Restoran Tip Top - 4

Deskripsi Sejarah

Kamu berada di Jalan Ahmad Yani No. 92, di kawasan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Sumatera Utara. Di tengah deretan ruko di sisi utara, selatan, dan barat, serta langsung berhadapan dengan Jalan Jenderal Ahmad Yani di sisi timur, berdiri sebuah bangunan lama yang sejak pandangan pertama sudah menghadirkan suasana berbeda. Inilah Restoran Tip Top, bangunan cagar budaya yang telah ditetapkan melalui SK Walikota Medan Nomor 433/28.K/X/2021 tanggal 28 Oktober 2021 dengan Nomor Dokumen 45/CB/B/2021 dan berstatus sudah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya.

Bangunan ini termasuk kategori lainnya sebagai restoran dan bersifat profan. Titik koordinatnya berada di 3°58’59,52”N dan 98°67’97,25”E, pada ketinggian sekitar 32 meter di atas permukaan laut. Ukurannya memanjang dan terasa lapang, dengan panjang 60 meter, lebar 24 meter, dan tinggi kurang lebih 15 meter, sehingga luas bangunannya mencapai 1.440 meter persegi. Bentang bangunan yang lebar diperkuat oleh pilar-pilar besar yang mengapit bagian depan, membentuk kesan kokoh sekaligus anggun di tengah kepadatan kawasan niaga.

Fasad lantai atas menjadi bagian yang paling menonjol. Dindingnya dibagi menjadi tiga bidang jendela, meskipun jendela yang ada sekarang telah mengalami penggantian. Ventilasi tidak hanya berfungsi sebagai sirkulasi udara, tetapi dibentuk menjadi ornamen dengan dekorasi tradisional. Langgam arsitekturnya memperlihatkan perpaduan modern kolonial dengan detail art deco yang terlihat pada komposisi fasad, dekorasi ventilasi, serta keberadaan menara kecil di sisi kiri dan kanan bangunan yang mempertegas siluetnya.

Ketika kamu melangkah masuk, suasana ruang terasa terbagi dalam tiga bagian, yaitu bagian depan, tengah, dan bagian dalam. Ada ruang makan semi outdoor, toko roti, ruang musik, dining room, hingga lantai dua yang difungsikan sebagai rumah tinggal. Perubahan paling signifikan terjadi pada lantai bawah, terutama pada penyesuaian interior dan area masuk agar lebih selaras dengan kebutuhan kafe masa kini. Namun secara keseluruhan, desain bangunan tidak banyak berubah dan atmosfer klasiknya tetap dipertahankan.

Sejarahnya bermula pada tahun 1929 ketika usaha ini bernama Jang Kie, sesuai nama pemiliknya, dan berlokasi di Jalan Pandu. Bangunan yang sekarang kamu lihat awalnya merupakan kantor kongsi dagang Tionghoa. Pada masa itu, Kesawan dikenal sebagai pusat bisnis Kota Medan yang tumbuh pesat sebagai kota perkebunan dan perdagangan. Pada tahun 1934, restoran ini pindah ke Kesawan dan berganti nama menjadi Tip Top yang berarti prima atau sempurna. Saat itu hanya ada dua restoran besar di Kota Medan, dan hanya Tip Top yang terus bertahan hingga sekarang.

Menu yang disajikan pun berkembang seiring waktu. Tidak hanya roti dan cake, tetapi juga nasi goreng, steak, salad, makanan Eropa, hingga Chinese food. Es krim buatan sendiri menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi orang-orang Eropa yang merasa kepanasan di Kota Medan. Pada masa kolonial, pelanggan restoran ini banyak berasal dari kalangan Belanda yang bekerja sebagai pegawai administrasi dan perkebunan. Pada awal berdirinya di Jalan Ahmad Yani, tampilannya menyerupai kafe Eropa dengan bukaan masuk yang tidak sebesar sekarang.

Saat pendudukan Jepang pada tahun 1942, nama Jang Kie kembali digunakan karena nama Tip Top dianggap terlalu bernuansa Belanda. Setelah Jepang kalah pada tahun 1945, nama Tip Top dipakai kembali dan restoran ini semakin dikenal luas di kalangan masyarakat lokal. Renovasi dilakukan pada tahun 1947 dan 1980, terutama pada bagian interior seperti ornamen dinding ruang musik dan perubahan fungsi salah satu ruangan yang sebelumnya berupa void menjadi dining room. Fasad bangunan juga diperbaiki agar tampil lebih baik tanpa menghilangkan karakter aslinya.

Hingga kini kondisi bangunan masih utuh, kokoh, dan terawat. Statusnya terpelihara dan tercatat pernah dipugar. Keutuhannya menjadikan bangunan ini sebagai salah satu referensi penting untuk memahami arsitektur kolonial di kawasan Kesawan. Dari luar hingga ke dalam, kamu masih dapat merasakan kesinambungan antara bentuk, fungsi, dan suasana yang terjaga.

Nilai sejarahnya kuat karena restoran ini telah menjadi bagian dari perkembangan Kota Medan sejak masa kolonial. Seiring Medan berkembang dari kota perkebunan menjadi kota internasional yang dihuni berbagai bangsa dan etnis, restoran ini menjadi ruang pertemuan yang mencerminkan perjumpaan budaya tersebut. Ia menjadi sumber informasi penting bagi generasi masa kini yang ingin memahami sejarah kuliner dan kehidupan sosial pada masa kolonial Belanda.

Dari sisi estetika, bangunan ini memiliki karakter visual yang khas. Perpaduan modern kolonial dan art deco, detail ventilasi dekoratif, pembagian bidang fasad, serta menara kecil di kiri dan kanan bangunan memperkuat identitas arsitekturnya. Keberadaannya ikut membentuk citra kawasan Kesawan sebagai kawasan bersejarah yang memiliki kesinambungan visual antarbangunan lama.

Dari sisi sosial, restoran ini dahulu menjadi bagian dari komunitas Eropa dan kini menjadi salah satu titik kunjungan wisatawan, termasuk turis mancanegara yang ingin menikmati suasana Medan tempo dulu. Aktivitas makan, berbincang, dan berkumpul yang terus berlangsung di dalamnya menunjukkan bahwa bangunan ini tidak hanya bertahan sebagai objek fisik, tetapi juga sebagai ruang sosial yang hidup.

Karena nilai sejarah, estetika, ilmiah, dan keasliannya, bangunan ini diusulkan sebagai Cagar Budaya Peringkat Provinsi Sumatera Utara dan berdasarkan hasil verifikasi direkomendasikan sebagai Bangunan Cagar Budaya Peringkat Provinsi. Ketika kamu berdiri di depannya, kamu tidak hanya melihat sebuah restoran tua, tetapi juga menyaksikan perjalanan panjang sebuah kota yang terekam dalam dinding, ornamen, dan aroma yang terus bertahan dari generasi ke generasi.

Informasi

Lokasi Restoran Tip Top

Koordinat

3.5859146584384627, 98.67972308076459

Alamat

Jl. Ahmad Yani No. 92, Kota Medan, Sumatera Utara