
Museum Perkebunan Indonesia
Bangunan





Scan untuk membuka halaman ini
https://cagarbudayamedan.com/sites/museum-perkebunan-indonesia-medanDeskripsi Sejarah
Gedung ini dulunya merupakan rumah Direktur Algemeen Proefstation der AVROS (APA). APA adalah stasiun penelitian dari AVROS (Algeemene Vereeniging van Rubber Planters ter Oostkust van Sumatera) yang berdiri sejak tahun 1910 dengan tujuan memajukan kepentingan perusahaan-perusahaan perkebunan karet dan kelapa sawit di Sumatera. Bangunan ini direncanakan pada tahun 1916 bersamaan dengan pembangunan stasiun pengujian APA yang kini dikenal sebagai Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) dan terletak di seberang gedung ini. Perancangan dilakukan oleh arsitek Belanda G. H. Mulder, dan kompleks APA mulai ditempati pada tahun 1919.
Kompleks APA secara umum dibagi menjadi dua bagian yang dipisahkan oleh jalan. Satu bagian merupakan area perkantoran, laboratorium, dan perpustakaan dengan peralatan modern pada masanya untuk departemen botani, agronomi, dan kimia, serta area pengujian di bagian belakang yang dilengkapi bangunan mesin kecil untuk uji kultur. Bagian lainnya merupakan area perumahan bagi staf dan direktur. Sebelum gedung ini selesai, APA sempat mengontrak kantor di Jalan Palesiweg, yang kini dikenal sebagai Jalan Brigjend Katamso. Pada masa awal berdirinya, APA dipimpin oleh Dr. A. A. L. Rutgers dan mengalami perkembangan yang pesat.
Sejak berdirinya hingga kini, lembaga ini mengalami pasang surut konjungtur perkebunan dan pengaruh faktor eksternal. Setelah masa gemilang di bawah kepemimpinan Dr. A. A. L. Rutgers, APA menghadapi tekanan ekonomi pada masa malaise tahun 1930-an di bawah pimpinan Dr. A. W. K. de Jong. Setelah melewati masa sulit tersebut, APA kembali mengalami kejayaan di bawah kepemimpinan Dr. A. d’Angremond hingga pecahnya Perang Dunia II. Pada masa ini, APA menjadi satu-satunya lembaga penelitian karet dan kelapa sawit di Indonesia, dengan reputasi internasional berkat publikasi ilmiahnya dalam berbagai bahasa asing seperti Inggris, Perancis, dan Jerman.
Pada masa pendudukan Jepang, lembaga ini beroperasi dengan nama Gunseibu Medan Nogyo Kenkyusyo. Hingga tahun 1943, sebagian staf yang diinternir masih diizinkan bekerja, namun izin tersebut kemudian dicabut. Fokus penelitian dialihkan pada tanaman pangan seperti padi dan jagung, produksi arak dari jagung dan padi, pembuatan kertas dari serat, serta potten bakerij. Arsip dan perpustakaan balai dipindahkan ke Pematang Siantar dan kemudian dikembalikan ke Medan, yang mengakibatkan kehilangan serta kerusakan dokumen. Setelah pendudukan Jepang berakhir, APA dipimpin oleh Dr. Van Hell (1945–1949) dan Dr. Ir. J. Adelbert Maas (1950–1951), namun menghadapi berbagai kendala dalam upaya membangun kembali kejayaannya.
Museum Perkebunan Indonesia merupakan museum khusus yang didirikan atas inisiatif tokoh perkebunan Indonesia, Soedjai Kartasasmita. Museum ini diresmikan pada 10 Desember 2016 oleh Gubernur Sumatera Utara H. T. Erry Nuradi bersama Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian. Pengelolaan museum dilakukan oleh Yayasan Museum Perkebunan Indonesia. Museum ini menyajikan sejarah dan perkembangan perkebunan di Indonesia sejak masa prakolonial dan menempati bangunan bekas rumah dinas direktur AVROS di kompleks Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS).
Gedung Museum Perkebunan Indonesia terdiri dari dua lantai. Lantai pertama dirancang dengan pendekatan grafis dan konteks kekinian perkebunan, sementara lantai kedua menampilkan koleksi artefak perkebunan dari masa lampau hingga masa kini. Di dalam museum terdapat beberapa ruang tematik, antara lain Ruang Sultan Ma’mun Al Rasyid, Ruang Said Abdullah, dan Ruang Jacobus Nienhuys. Di halaman depan museum dipamerkan sebuah pesawat Capung Deli Tobacco PTPN 2 dengan registrasi PK-PAH yang dahulu digunakan untuk penyemprotan hama di perkebunan tembakau Deli. Selain itu, museum ini juga menampilkan lokomotif uap buatan Belanda yang digunakan untuk mengangkut Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit milik PTPN 4 serta monorel sawit yang digunakan oleh PT Socfindo. Keberadaan museum ini menjadikan bangunan bersejarah tersebut sebagai ruang edukasi yang merekam perjalanan panjang dunia perkebunan di Indonesia.



Informasi
Lokasi Museum Perkebunan Indonesia
Koordinat
3.5564504810269026, 98.68907226323108
Alamat Resmi
Jl. Brigjend Katamso No. 51, Kota Medan, Sumatera Utara