
Museum Al Washliyah
Bangunan




Scan untuk membuka halaman ini
https://cagarbudayamedan.com/sites/museum-al-washliyahDeskripsi Sejarah
Madrasah ini berdiri di atas lahan seluas 146,25 m² yang merupakan tanah wakaf dari seorang saudagar kaya keturunan Melayu abad ke-19, Datuk H. Moh. Ali Kesawan. Tanah tersebut diwakafkan dengan tujuan menjadi tempat belajar ilmu agama Islam dan beribadah.
Madrasah ini dahulu dikenal dengan nama Maktaf Islamiyah Tapanuli karena mayoritas pelajarnya berasal dari wilayah Tapanuli. Datuk Kesawan menunjuk tiga orang nazir atau panitia pembangunan, yaitu Haji Ibrahim (Presiden Serikat Islam Tapanuli Medan), Tuan Syeikh Muhammad Ya’kub Mandailing, dan Haji Ibrahim Penghulu Pekan Mandailing.
Tokoh yang paling berperan dalam perancangan dan pendirian madrasah ini adalah Haji Ibrahim. Bangunan madrasah selesai dibangun pada 30 November 1930, bersamaan dengan pembangunan ruko-ruko di sekitarnya.
Madrasah ini mengusung konsep semi pesantren dan pada masanya sangat diminati oleh pelajar dari berbagai latar belakang suku. Namun seiring waktu, minat terhadap madrasah ini menurun, salah satunya akibat perpindahan penduduk di kawasan Jl. Mesjid dan penggusuran permukiman yang mayoritas dihuni masyarakat Muslim.
Pada awalnya, bangunan madrasah berbatasan langsung dengan Sungai Deli di sisi selatan, namun akibat perkembangan permukiman, kini bangunan berada di tengah lingkungan perkampungan penduduk.
Secara historis, madrasah ini memiliki keterkaitan erat dengan kawasan Kesawan, termasuk Masjid Lama Gang Bengkok dan Percetakan Serikat Tapanuli. Percetakan tersebut dahulu berada di depan Masjid Bengkok, namun kini telah beralih fungsi menjadi ruko.
Saat ini, pihak yayasan berinisiatif mengembangkan bangunan ini menjadi Museum Al Washliyah agar dapat diakses oleh masyarakat luas sebagai sarana edukasi dan pelestarian sejarah.



Informasi
Lokasi Museum Al Washliyah
Koordinat
3.5866205768497212, 98.67857972528996
Alamat Resmi
Jl. Hindu No. 110, Kota Medan, Sumatera Utara