Museum Al Washliyah

Museum Al Washliyah

Bangunan
Museum Al Washliyah - 1
Museum Al Washliyah - 2
Museum Al Washliyah - 3
Museum Al Washliyah - 4
Museum Al Washliyah - 5

Deskripsi Sejarah

Kamu sedang berada di Jl. Hindu No. 110, kawasan Kesawan, di hadapan bangunan kuning dengan pintu dan jendela hijau yang menonjol di antara rumah-rumah penduduk. Inilah Madrasah Ibtidaiyah Al-Washliyah, cagar budaya yang berdiri sejak 30 November 1930 dan menjadi saksi perjalanan pendidikan Islam di Medan. Bangunan ini berdiri di atas tanah wakaf seluas 146,25 meter persegi dari saudagar Melayu, Datuk H. Moh. Ali Kesawan, yang diperuntukkan sebagai tempat belajar ilmu agama dan beribadah bagi masyarakat.

Madrasah ini memiliki dua lantai dengan panjang 18,5 meter dan lebar 12 meter, berada pada ketinggian 30 mdpl. Lantai dasar dahulu digunakan untuk Pendidikan Anak Usia Dini, namun kini jarang difungsikan karena kondisi lingkungan dan rencana alih fungsi menjadi museum. Lantai atas terbuat dari kayu dan digunakan sebagai ruang kelas tingkat ibtidaiyah yang terbagi menjadi empat ruangan serta sebuah mushalla yang masih aktif digunakan. Dinding papan vertikal dan jendela sisir di sisi bangunan menghadirkan ventilasi alami sekaligus memperkuat sentuhan arsitektur tradisional Melayu.

Di bagian depan terdapat tangga batu kembar bergaya kolonial, sementara balustrade lantai atas dihiasi ornamen rumah Melayu. Atap pelana dari seng menutup keseluruhan bangunan, menciptakan perpaduan harmonis antara arsitektur Melayu, Islam, dan kolonial. Setiap detail—mulai dari tiang, jendela, hingga tangga—mencerminkan nilai estetika dan sejarah yang panjang.

Secara historis, madrasah ini awalnya bernama Maktaf Islamiyah Tapanuli karena banyak pelajarnya berasal dari Tapanuli. Pendirian madrasah diawasi oleh tiga nazir, yaitu Haji Ibrahim, Tuan Syeikh Muhammad Ya’kub Mandailing, dan Haji Ibrahim Penghulu Pekan Mandailing, dengan Haji Ibrahim sebagai tokoh utama perancangnya. Dahulu bangunan ini berbatasan langsung dengan Sungai Deli, namun kini berada di tengah permukiman dan memiliki keterkaitan erat dengan bangunan bersejarah di kawasan Kesawan seperti Masjid Lama Gg. Bengkok dan Percetakan Serikat Tapanuli.

Madrasah ini bukan sekadar tempat belajar, melainkan pusat interaksi sosial komunitas Mandailing, Melayu, dan Tionghoa di Kesawan sejak awal abad ke-20. Kondisinya hingga kini masih utuh dan terpelihara meskipun pernah terdampak banjir. Struktur kayu, ornamen Melayu, serta ragam hias geometris, tumbuhan, hingga inskripsi memperkaya identitas budaya lokal.

Secara fungsional, madrasah ini merupakan institusi pendidikan dan rumah ibadah yang memiliki nilai sejarah, sosial, budaya, religius, estetika, dan ilmiah. Tipologi rumah panggung Melayu yang kini semakin langka di Medan menjadikan bangunan ini memiliki nilai kelangkaan tinggi. Kini Madrasah Ibtidaiyah Al-Washliyah ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat Provinsi Sumatera Utara, agar generasi mendatang tetap dapat menyaksikan dan merasakan warisan sejarah pendidikan Islam di Kota Medan.

Informasi

Lokasi Museum Al Washliyah

Koordinat

3.586389, 98.677778

Alamat

Jl. Hindu No. 110, Kota Medan, Sumatera Utara