Menara Air Tirtanadi di Medan

Menara Air Tirtanadi

Struktur
Menara Air Tirtanadi - 1
Menara Air Tirtanadi - 2

Deskripsi Sejarah

Pelayanan air bersih di Kota Medan bermula dari berdirinya Waterleiding Maatschappij Ajer Beresih yang didirikan di Amsterdam pada tahun 1905 atas dukungan Deli Maatschappij.

Menara Air Tirtanadi dibangun pada tahun 1908 sebagai bagian dari sistem penyediaan air bersih, setelah sebelumnya masyarakat Medan sangat bergantung pada air Sungai Deli yang tidak melalui proses pemurnian.

Kondisi sanitasi yang buruk menyebabkan berbagai wabah penyakit seperti kolera dan tifus, dengan angka kematian mencapai 40 per seribu pada tahun 1901.

Upaya penyediaan air bersih dimulai sejak tahun 1888 melalui sumur artesis, namun gagal mencukupi kebutuhan. Pada tahun 1903 dilakukan survei sumber air pegunungan dan mata air Sumbul Sibolangit dinilai paling layak.

Pada 8 Desember 1905, Pemerintah Kolonial Belanda mengesahkan berdirinya NV Waterleiding Maatschappij Ajer Beresih. Pembangunan dimulai Januari 1906 dan air pertama kali disalurkan ke Medan pada Agustus 1907.

Reservoir raksasa Menara Air Tirtanadi selesai dibangun pada Desember 1908. Hingga akhir tahun 1907, sebanyak 283 rumah telah tersuplai air bersih.

Seiring waktu, perusahaan ini resmi menggunakan nama PDAM Tirtanadi melalui Peraturan Daerah Sumatera Utara No.11 Tahun 1979, dan terus berkembang melayani berbagai wilayah di Sumatera Utara.

Hingga saat ini, Menara Air Tirtanadi masih menjadi aset PDAM Tirtanadi sekaligus berfungsi sebagai landmark bersejarah Kota Medan.

Informasi

Lokasi Menara Air Tirtanadi

Koordinat

3.5815571456555677, 98.68548268639982

Alamat Resmi

Sudut Jl. Sisingamangaraja dan Jl. Pandu, Kota Medan, Sumatera Utara