
Menara Air Tirtanadi
Struktur





Scan untuk membuka halaman ini
https://cagarbudayamedan.com/sites/menara-air-tirtanadiDeskripsi Sejarah
Kamu berada di persimpangan Jalan Sisingamangaraja dan Jalan Pandu, di sudut kawasan Pasar Baru, dan menjulang di hadapanmu Menara Air Tirtanadi setinggi 42,2 meter yang sejak lebih dari seabad lalu menjadi penopang kehidupan Kota Medan. Struktur Cagar Budaya bersifat profan ini telah ditetapkan melalui SK Walikota Medan Nomor 433/28.K/X/2021 tanggal 28 Oktober 2021 dengan Nomor Dokumen 69/CB/SR/2021. Dibangun pada tahun 1908 pada masa Kolonial, menara ini kini diusulkan sebagai Struktur Cagar Budaya Peringkat Provinsi Sumatera Utara oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Tahun 2025.
Menara ini beralamat di sudut Jalan Sisingamangaraja dan Jalan Pandu, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, pada koordinat 3°58’2028” LU dan 98°68’5083” BT dengan ketinggian 26 mdpl. Batasnya meliputi Jalan Pandu (utara), Jalan Martapura (timur), kompleks PDAM Tirtanadi (selatan), dan Jalan Sisingamangaraja (barat). Diameter tangki mencapai 14 meter dengan berat sekitar 330 ton dan tinggi 42,2 meter (±185 kaki). Materialnya kombinasi baja, besi, bata, batu, dan beton. Struktur ini utuh, terpelihara, pernah dipugar, dimiliki Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, dan dikelola PDAM Tirtanadi.
Secara teknis, menara ini merupakan contoh sistem Intze yang populer di Eropa akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Reservoir besinya berdiameter 14 meter dengan penutup kayu dan atap monier, bertumpu pada cincin penyangga besi tiga tingkat dengan 12 tiang luar sebagai penopang. Kerangka baja setinggi sekitar 100 kaki berdiri di atas podium batu yang juga menjadi pondasi. Di dalam podium terdapat ruang penampungan dan mesin pompa, serta dinding bata tebal dengan pipa baja khusus dari Jerman yang terhubung hingga ke tangki. Lantai podium pernah dinaikkan 35 cm dan atapnya dilapisi beton; sebelumnya menggunakan plat besi dan rangka baja profil U serta H beam radial. Akses ke atas melalui tangga besi, dengan koridor sempit mengelilingi tangki sebagai jalur perawatan dan ventilasi melalui jendela kecil di dinding kayu.
Sejarahnya bermula dari kebutuhan air bersih Medan awal abad ke-20 ketika warga masih bergantung pada Sungai Deli tanpa pemurnian, menyebabkan wabah kolera dan tifus dengan angka kematian 40 per seribu pada 1901. Upaya awal oleh Deli Maatschappij melalui sumur artesis tidak mencukupi. Tahun 1905 didirikan NV Waterleiding Maatschappij Ajer Beresih di Amsterdam dengan modal NLG 500.000 setelah memperoleh konsesi Hindia Belanda. Pembangunan dimulai Januari 1906, air pertama dialirkan Agustus 1907, dan reservoir selesai Desember 1908. Sumber air berasal dari mata air Rumah Sumbul di Sibolangit berkapasitas 3.000 m3 per hari yang ditransmisikan ke reservoir berkapasitas 1.200 m3. Pada akhir 1907 tercatat 283 rumah telah menikmati suplai air bersih.
Perusahaan ini kemudian berkembang menjadi PDAM Tirtanadi berdasarkan Perda Sumatera Utara Nomor 11 Tahun 1979, disempurnakan dengan Perda No.25 Tahun 1985, diubah melalui Perda No.6 Tahun 1991 dan Perda No.3 Tahun 1999. Kini PDAM Tirtanadi melayani Medan dan berbagai kabupaten di Sumatera Utara seperti Deli Serdang, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Simalungun, dan Nias. Menara Air Tirtanadi masih berfungsi hingga kini meski beberapa tiang bajanya mulai berkarat.
Nilai pentingnya mencakup nilai sejarah sebagai tonggak modernisasi sistem air bersih Medan; nilai estetika melalui bentuk silindris raksasa dengan rangka baja radial yang menjadi landmark kota; nilai ilmiah sebagai contoh teknologi konstruksi baja dan distribusi air awal abad ke-20; serta nilai keaslian melalui material dan fungsi yang tetap terjaga lebih dari satu abad. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya dan Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 2 Tahun 2012, serta hasil verifikasi Tim Ahli Cagar Budaya Kota Medan Tahun 2025, Menara Air Tirtanadi direkomendasikan sebagai Struktur Cagar Budaya Peringkat Provinsi Sumatera Utara. Saat kamu menengadah melihat siluet baja yang menjulang, kamu sedang menyaksikan simbol awal modernisasi kota yang masih bekerja hingga hari ini.



Informasi
Lokasi Menara Air Tirtanadi
Koordinat
3.5821498509620535, 98.68507330202881
Alamat
Sudut Jl. Sisingamangaraja dan Jl. Pandu, Kota Medan, Sumatera Utara