Makam Syech Said Bachrin / Said Tahir

Makam Syech Said Bachrin / Said Tahir

Struktur
Makam Syech Said Bachrin / Said Tahir - 1
Makam Syech Said Bachrin / Said Tahir - 2
Makam Syech Said Bachrin / Said Tahir - 3
Makam Syech Said Bachrin / Said Tahir - 4
Makam Syech Said Bachrin / Said Tahir - 5
Makam Syech Said Bachrin / Said Tahir - 6

Deskripsi Sejarah

Kamu berada di kawasan Jalan Putri Hijau No. 24 A, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, di tengah hiruk-pikuk pusat Kota Medan. Di antara bangunan modern berdiri kompleks Makam Syech Said Bachrin, juga dikenal sebagai Syech Said Bahrain atau Said Tahir. Struktur sakral ini telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya dan kini diusulkan sebagai Cagar Budaya Peringkat Provinsi Sumatera Utara. Koordinatnya berada pada 3°59’92,09” LU dan 98°67’35,95” BT, berbatasan dengan Rumah Sakit Putri Hijau (utara), Bank BTPN KC Medan (timur), Rumah Sakit Umum Tembakau Deli (selatan), dan Bank BRI (barat).

Memasuki area makam, terdapat dua makam utama. Makam yang lebih besar berbentuk seperti bukit datar dengan dua penanda kubur, salah satunya batu bundar sebagai tanda kuburan laki-laki dalam tradisi Islam. Area ini dinaungi bangunan pelindung kayu dan dilengkapi ruang kecil untuk doa. Makam kedua telah disemen dan memiliki batu nisan datar di kedua ujungnya sebagai penanda kuburan perempuan. Material utama struktur menggunakan batu dengan teknik sederhana namun kokoh.

Dalam peta Kota Medan tahun 1913 dan 1925 lokasi ini disebut Keramat Gloegoer. Buku De Andere Helft: Geloof En Gebruiken Van Onze Oostersche Stadgenooten (1934) karya G. Jansen menyebutnya sebagai Kramat Gloegoer dan diyakini sebagai makam Said Tahir. Dahulu letaknya berada di seberang kantor Deli Planters Vereniging dan dekat Asyl Imigran, tempat penampungan kuli sakit.

Prasasti menyebut makam ini telah ada sejak tahun 1716 dan bahwa Syech Said Bahrain berasal dari negeri Syam, meskipun identitas tokohnya masih memerlukan kajian ilmiah lanjutan. Sumber sejarah seperti Hikayat Hamparan Perak belum memberi kronologi pasti. Temuan batu nisan tipe Aceh di beberapa wilayah Sumatera Utara menunjukkan jejak Islam abad ke-13–16 M, namun hubungan langsungnya dengan makam ini belum sepenuhnya terkonfirmasi.

Sejak lama makam ini diyakini sebagai tempat keramat. Masyarakat berziarah dengan membawa bunga, kemenyan, bahkan hewan kurban sebagai bentuk syukur atau nazar. Catatan lama menyebut persembahan ayam putih atau hitam serta kambing hitam yang dilepas di area makam. Tradisi ini menunjukkan nilai religi dan sosial yang kuat, menjadikannya ruang spiritual yang hidup di tengah kota modern.

Kondisinya saat ini utuh dan terpelihara, meskipun beberapa bagian telah dipugar untuk menjaga keberlanjutan fisik. Pengelolaan dilakukan oleh tokoh setempat seperti Kiyai Munawar, H. Abdul Gani, H. Ahmad Bacri, H. Muhammad Noer, Abdul Aziz, dan Rahmad Hidayah Noer. Status kepemilikan memerlukan pembuktian sah, namun secara sosial makam ini telah menjadi bagian dari memori kolektif masyarakat.

Nilai penting makam ini meliputi nilai sejarah sebagai jejak awal perkembangan Islam di Medan, nilai religi dan spiritual karena tradisi ziarah yang terus berlangsung, nilai sosial sebagai ruang pertemuan keyakinan lintas generasi, nilai ilmiah untuk kajian arkeologi dan epigrafi, nilai kelangkaan sebagai salah satu makam Islam awal yang masih bertahan di pusat kota, serta nilai keaslian pada bentuk nisan batu dan tata ruangnya. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 dan Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 2 Tahun 2012, Makam Syech Said Bachrin direkomendasikan sebagai Struktur Cagar Budaya Peringkat Provinsi Sumatera Utara. Di tempat ini, kamu tidak hanya melihat batu nisan tua, tetapi merasakan perjalanan panjang sejarah dan spiritualitas Kota Medan.

Informasi

Lokasi Makam Syech Said Bachrin / Said Tahir

Koordinat

3.600253122991121, 98.67330913966661

Alamat

Jalan Putri Hijau No. 24 A, Kota Medan, Sumatera Utara