Kebun Bunga (Taman Tjong Yong Hian)

Kebun Bunga (Taman Tjong Yong Hian)

Struktur
Kebun Bunga (Taman Tjong Yong Hian) - 1
Kebun Bunga (Taman Tjong Yong Hian) - 2
Kebun Bunga (Taman Tjong Yong Hian) - 3
Kebun Bunga (Taman Tjong Yong Hian) - 4
Kebun Bunga (Taman Tjong Yong Hian) - 5
Kebun Bunga (Taman Tjong Yong Hian) - 6
Kebun Bunga (Taman Tjong Yong Hian) - 7
Kebun Bunga (Taman Tjong Yong Hian) - 8
Kebun Bunga (Taman Tjong Yong Hian) - 9
Kebun Bunga (Taman Tjong Yong Hian) - 10

Deskripsi Sejarah

Kamu berada di kawasan yang dikenal sebagai Kebun Bunga, sebuah taman memorial bersejarah di Kota Medan. Di pintu masuk tertulis Taman Kebun Bunga (Mao Rong Yuan), dan di bagian dalam terdapat gerbang bertuliskan Taman Tjong Yong Hian. Dua makam megah berwarna merah marun berdiri di tengah taman yang ditata dengan jalur setapak, tanaman hias, dan kolam teratai di bagian depan. Kolam ini memiliki makna feng shui sebagai simbol kemuliaan dan posisi terhormat. Di kawasan yang sama terdapat galeri memorabilia keluarga yang kini dikenal sebagai Museum Tjong Yong Hian, memperkuat karakter taman sebagai memorial park bernilai sejarah, sosial, budaya, dan spiritual.

Secara resmi bernama Kebun Bunga (Taman Tjong Yong Hian), struktur ini tercatat dalam Dokumen Nomor 87/CB/SR/2021 berdasarkan SK Walikota Medan Nomor 433/28.K/X/2021 tanggal 28 Oktober 2021 dan telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya. Pada tahun 2026 diusulkan menjadi Struktur Cagar Budaya Peringkat Provinsi Sumatera Utara oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan. Jenisnya Struktur bersifat profan. Beralamat di Jalan Kejaksaan, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, dengan koordinat 3°58’6504’’ LU dan 98°66’9054’’ BT. Lahan yang dahulu lebih luas kini tersisa kurang dari satu hektare.

Kompleks ini merupakan makam Tjong Yong Hian (1850–1911) dan istrinya Tjie Ong Yon. Ia adalah Kapiten Tionghoa pada masa Hindia Belanda yang berperan besar dalam pembangunan Kota Medan. Ia memperjuangkan keringanan pajak bagi komunitas Tionghoa, membangun pemakaman di Pulau Brayan, mendirikan rumah sakit termasuk untuk penderita kusta di Belawan, serta mendirikan Vihara Setia Budi (Kuan Tee Bio), Vihara Tian Hou, dan Vihara Kuan Im di Labuhan. Bersama saudaranya Tjong A Fie, ia turut berkontribusi dalam pembangunan Masjid Lama Gang Bengkok sebagai simbol toleransi. Dalam bidang pendidikan, ia bersama Tjong Yai Hian mendirikan Sekolah Dasar Dun Peen.

Taman ini begitu dikenal sehingga kawasan sekitarnya disebut Kebun Bunga. Pada 29 Oktober 2011 taman ini diresmikan kembali oleh Rahudman Harahap dalam peringatan 100 tahun wafatnya Tjong Yong Hian, menjadi penanda penting pelestarian identitas sejarah kawasan.

Kondisinya saat ini utuh dan terawat. Renovasi tahun 2010 memperindah taman tanpa mengubah makam utama. Fasilitas pendukung seperti galeri keluarga ditambahkan untuk menunjang informasi dan kenyamanan pengunjung. Status pemeliharaan tercatat terpelihara dan kepemilikan serta pengelolaan berada di bawah Yayasan.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 dan Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 2 Tahun 2012, Kebun Bunga (Taman Tjong Yong Hian) memiliki nilai sejarah karena keterkaitannya dengan tokoh penting pembangunan Medan; nilai sosial dan budaya melalui kontribusi komunitas Tionghoa; nilai religi dan spiritual melalui simbolisme budaya Tionghoa dan Buddhis; serta nilai keaslian karena makam utama tetap dipertahankan bentuk awalnya. Hasil verifikasi merekomendasikan struktur ini sebagai Struktur Cagar Budaya Peringkat Provinsi Sumatera Utara. Keberadaannya menjadi ruang ingatan atas peran dan kontribusi besar dalam membentuk wajah Kota Medan hingga kini.

Informasi

Lokasi Kebun Bunga (Taman Tjong Yong Hian)

Koordinat

3.5870012320907163, 98.66901294232795

Alamat

Jalan Kejaksaan, Kota Medan, Sumatera Utara