
Kawasan Kampung Madras
Kawasan



















Scan untuk membuka halaman ini
https://cagarbudayamedan.com/sites/kawasan-kampung-madras-medanDeskripsi Sejarah
Kamu berada di sebuah kawasan kota yang sejak akhir abad ke-19 menjadi ruang hidup komunitas India di Medan, sebuah lingkungan yang tumbuh bersama dinamika kolonial, perdagangan, dan percampuran budaya yang kini dikenal sebagai Kawasan Kampung Madras. Kawasan ini diusulkan sebagai Cagar Budaya Peringkat Provinsi Sumatera Utara oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Tahun 2026 dengan luas kawasan inti sekitar ±10 hektare atau 234.412 meter persegi, berjenis hunian, bersifat profan, dan telah berstatus sebagai kawasan cagar budaya. Secara administratif berada di wilayah Petisah Tengah, Petisah Hulu, dan Madras Hulu yang mencakup Kecamatan Medan Petisah dan Medan Polonia, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, dengan batas utara Jalan Kejaksaan, timur Sungai Babura, selatan Jalan Jenderal Sudirman, dan barat Jalan Teuku Umar. Kawasan ini mulai terbentuk pada 1800-an dan berkembang pada masa kolonial sebagai bagian dari penataan kota berbasis zonasi etnis dan fungsi permukiman.
Sejarah Kampung Madras bermula dari kedatangan orang India, khususnya kaum Tamil, ke Medan pada akhir abad ke-19. Tahun 1873 rombongan pertama sebanyak 25 orang datang sebagai buruh perkebunan di Sumatera Timur dan jumlahnya terus bertambah seiring kebutuhan tenaga kerja. Komunitas Punjab juga hadir dan umumnya bergerak di bidang perdagangan. Dalam peta Kota Medan tahun 1906, kawasan yang dikenal sebagai Kampung Kling berada di sekitar Jalan Perdana atau Siswomihardjo dekat pusat kota Lapangan Merdeka–Kesawan, dengan jejak toponimi seperti Pajak Hindu dan Jalan Hindu yang masih bertahan hingga kini.
Perkembangan kota ke arah barat mendorong pergeseran permukiman komunitas India ke kawasan yang kini disebut Kampung Madras, ditandai berdirinya Kuil Sri Mariamman dan Kuil Subramaniam di Jalan Kejaksaan sebagai pusat spiritual. Tahun 1931 didirikan Khalsa National School yang dahulu bernama Khalsa English School sebagai sekolah berbahasa Inggris pertama bagi komunitas India di Medan dan pernah dikunjungi tokoh India seperti Jawaharlal Nehru dan Indira Gandhi, menunjukkan kuatnya jejaring diaspora India di kota ini.
Nama Madras berasal dari Madras Straat pada era kolonial yang kini menjadi Jalan Jenggala, sementara jalan utamanya dahulu adalah Calcutta Straat yang setelah kemerdekaan berubah menjadi Jalan K.H. Zainul Arifin. Di jalan ini berdiri Jembatan Kebajikan yang dibangun tahun 1915 oleh anak-anak Tjong Yong Hian untuk mengenang ayah mereka. Jembatan dengan empat tiang dan prasasti dalam bahasa Belanda, Arab, Cina, dan Jawa ini dikenal juga sebagai Jembatan Berlian karena prasastinya berkilau pada malam hari, menjadi simbol keberagaman etnis Kota Medan.
Selain kuil dan sekolah, komunitas India Muslim membangun masjid di Jalan Zainul Arifin dan Jalan Taruma. Kawasan Pagaruyung hingga Kampung Kubur di sepanjang Sungai Babura menjadi pusat hunian dan aktivitas komunitas India yang tersisa. Hingga 1950-an mayoritas penduduk kawasan ini adalah komunitas India, namun setelah revolusi sebagian kembali ke Penang dan India, sementara lainnya menyebar ke berbagai wilayah Medan dan menyisakan kantong komunitas di Jalan Mangkubumi dan Kampung Kubur.
Saat ini Kawasan Kampung Madras dinyatakan utuh dalam satuan ruang geografisnya, dalam kondisi baik dan terawat. Meskipun banyak bangunan berganti kepemilikan dan fasad ruko berubah mengikuti perkembangan zaman, fungsi kawasan sebagai hunian dan ruang usaha tetap bertahan. Sekitar 20 elemen cagar budaya dikategorikan sebagai bangunan atau struktur yang menunjukkan lapisan sejarah kawasan secara spasial dan sosial. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya serta Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 2 Tahun 2012, kawasan ini memiliki nilai sejarah sebagai bagian dari penataan kota kolonial berbasis komunitas etnis, nilai ilmiah dalam kajian migrasi dan adaptasi sosial, serta nilai sosial dari harmoni antar etnis India, Melayu, Tionghoa, dan Arab yang hidup berdampingan. Dengan latar belakang tersebut, Kawasan Kampung Madras direkomendasikan sebagai Kawasan Cagar Budaya Peringkat Provinsi Sumatera Utara sebagai pengakuan atas perannya dalam membentuk wajah multikultural dan sejarah perkembangan Kota Medan hingga kini.





Informasi
Lokasi Kawasan Kampung Madras
Koordinat
3.583708719160052, 98.67113535279253
Alamat
Petisah Tengah, Petisah Hulu, Madras Hulu / Medan Petisah, Medan Polonia, Sumatera Utara