Kantor Pusat Sertifikasi PT PLN (Persero)

Kantor Pusat Sertifikasi PT PLN (Persero)

Bangunan
Kantor Pusat Sertifikasi PT PLN (Persero) - 1
Kantor Pusat Sertifikasi PT PLN (Persero) - 2
Kantor Pusat Sertifikasi PT PLN (Persero) - 3
Kantor Pusat Sertifikasi PT PLN (Persero) - 4
Kantor Pusat Sertifikasi PT PLN (Persero) - 5
Kantor Pusat Sertifikasi PT PLN (Persero) - 6
Kantor Pusat Sertifikasi PT PLN (Persero) - 7
Kantor Pusat Sertifikasi PT PLN (Persero) - 8

Deskripsi Sejarah

Kamu berada di tepian Sungai Deli, di kawasan lama yang sejak awal abad ke-20 menjadi bagian penting perkembangan infrastruktur energi di Kota Medan. Di hadapanmu berdiri Bangunan Kantor Pusat Sertifikasi PT PLN (Persero), sebuah bangunan yang kini diusulkan sebagai Cagar Budaya Peringkat Provinsi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan tahun 2026. Dari tampilannya yang masih menyisakan karakter kolonial, bangunan ini tidak sekadar kantor, melainkan saksi awal masuknya listrik sebagai simbol modernitas di kota ini.

Bangunan ini beralamat di Jalan Kolonel Yos Sudarso Lorong XII No. 291, Kelurahan Glugur Kota, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Titik koordinat tengahnya berada pada 3o61’45,43” LU dan 98o66’98,76” BT. Di sisi utara berbatasan dengan Kantor Sekretariat Serikat Pekerja PGN, di timur dengan bangunan atau rumah warga, sementara sisi selatan dan barat langsung berbatasan dengan aliran Sungai Deli. Posisi ini menunjukkan keterkaitannya dengan kawasan utilitas dan infrastruktur kota pada masa kolonial.

Nama bangunan cagar budaya ini adalah Kantor Pusat Sertifikasi PT PLN (Persero), dengan Nomor Register Nasional Cagar Budaya yang masih dalam proses pencatatan. Dalam klasifikasi jenis, bangunan ini termasuk kategori Kantor dan bersifat profan. Tahun pembuatannya diperkirakan pada rentang 1900-an hingga sekitar 1923, dan berasal dari periode Kolonial. Status penetapannya sudah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya. Kepemilikan dan pengelolaan saat ini berada di bawah PT. PLN (Persero).

Secara historis, keberadaan bangunan ini berkaitan erat dengan perkembangan perusahaan gas dan listrik di Hindia Belanda. Perusahaan Gas Hindia Belanda atau Nederlandsch Indische Gasmaatschappij (NIGM) didirikan pada tahun 1862 di Batavia. Listrik mulai hadir di wilayah Indonesia pada tahun 1893 di Batavia, dan sekitar tiga puluh tahun kemudian, tepatnya tahun 1923, mulai hadir di Medan. Pusat operasionalnya dibangun di lahan pertapakan Kantor PLN Cabang Medan di Jalan Listrik No. 12 oleh NV NIGEM/OGEM, perusahaan swasta Belanda yang bergerak di bidang kelistrikan. Bangunan yang kini menjadi Kantor Pusat Sertifikasi PT PLN (Persero) merupakan bagian dari jejak perkembangan infrastruktur energi tersebut.

Pada masa pendudukan Jepang, pengelolaan perusahaan listrik milik swasta Belanda diambil alih tanpa penambahan mesin maupun perluasan jaringan. Setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, kesatuan aksi karyawan perusahaan listrik di seluruh tanah air mengambil alih perusahaan listrik milik swasta Belanda dari Jepang dan kemudian menyerahkannya kepada Pemerintah Republik Indonesia. Peralihan ini menandai babak baru pengelolaan energi nasional, dan bangunan ini menjadi bagian dari proses sejarah tersebut.

Kondisi bangunan saat ini dinyatakan utuh. Beberapa bagian masih dalam kondisi cukup baik, meskipun sebagian lainnya terlihat kurang terawat. Terdapat beberapa elemen bangunan yang rusak dan tidak terdapat pintu pada akses keluar masuk tertentu. Namun secara keseluruhan struktur utama masih berdiri kokoh. Status pemeliharaannya tercatat terpelihara, meskipun belum terdapat riwayat pemugaran besar yang signifikan.

Dari sisi nilai penting, bangunan ini memiliki nilai sejarah karena berkaitan langsung dengan awal perkembangan listrik di Kota Medan dan Sumatera Utara. Ia menjadi saksi perubahan dari era perusahaan swasta kolonial hingga nasionalisasi pasca kemerdekaan. Nilai religi atau spiritual dapat ditelusuri dari makna simbolik listrik sebagai “cahaya” yang membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat. Nilai estetika tercermin dari karakter arsitektur kolonial yang menampilkan proporsi, ritme bukaan, dan detail konstruksi khas awal abad ke-20. Nilai sosialnya terlihat dari peran bangunan ini dalam melayani kebutuhan energi masyarakat. Dari sisi ilmiah atau ilmu pengetahuan, bangunan ini menyimpan informasi tentang perkembangan teknologi kelistrikan dan infrastruktur kota pada masa kolonial. Nilai kelangkaan muncul karena tidak banyak bangunan utilitas awal abad ke-20 yang masih bertahan dalam kondisi relatif utuh. Keasliannya pun masih dapat dikenali dari bentuk massa dan karakter fasadenya yang tidak banyak berubah.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 dan Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 2 Tahun 2012, Kantor Pusat Sertifikasi PT PLN (Persero) diusulkan sebagai Cagar Budaya Peringkat Provinsi Sumatera Utara karena memenuhi nilai sejarah, religi atau spiritual, estetika, sosial, ilmiah, kelangkaan, dan keaslian. Hasil verifikasi merekomendasikan bangunan ini untuk ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya Peringkat Provinsi.

Saat kamu berdiri di tepi Sungai Deli memandang bangunan ini, kamu sedang melihat salah satu titik awal perjalanan listrik di Medan. Dari sinilah cahaya modernitas pernah dipancarkan, mengubah wajah kota, menerangi jalan-jalan, rumah-rumah, dan industri, serta menjadi bagian penting dari sejarah perkembangan Sumatera Utara hingga hari ini.

Informasi

Lokasi Kantor Pusat Sertifikasi PT PLN (Persero)

Koordinat

3.614414583571267, 98.66991155042315

Alamat

Jl. Kol. Yos Sudarso Lorong XII No. 291, Kota Medan, Sumatera Utara