Kantor PT. PLN

Kantor PT. PLN

Bangunan
Kantor PT. PLN - 1
Kantor PT. PLN - 2
Kantor PT. PLN - 3
Kantor PT. PLN - 4
Kantor PT. PLN - 5

Deskripsi Sejarah

Selamat datang di Kantor PT. PLN, salah satu bangunan bersejarah yang menjadi saksi perkembangan Kota Medan pada masa kolonial Belanda dan era awal modernisasi infrastruktur energi listrik di Sumatera Utara. Bangunan ini berada di Jl. Listrik No. 8/9, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, dengan koordinat 3°58’58,61” LU dan 98°67’61,25” BT. Batas-batas tanahnya cukup jelas: di utara berbatasan dengan Sungai Deli, di timur berbatasan dengan Rumah Sakit Columbia Asia, di selatan berbatasan dengan Jl. Listrik, dan di barat berbatasan dengan Balai Harta Peninggalan Medan. Lokasi ini strategis karena berada di kawasan perkantoran kolonial yang pada awal abad ke-20 menjadi pusat administrasi dan pelayanan publik kota.

Kantor PT. PLN dibangun sekitar tahun 1923 oleh NVNIGEM/OGEM, sebuah perusahaan swasta Belanda yang bergerak di bidang energi listrik. Gedung ini menjadi pusat administrasi dan operasional listrik pertama di Kota Medan. Pada masa pendudukan Jepang, gedung tetap berfungsi sebagai kantor listrik tanpa dilakukan perluasan signifikan. Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, gedung ini diserahkan kepada pemerintah Republik Indonesia dan dikelola oleh PT. PLN (Persero), yang masih menggunakan gedung ini hingga saat ini. Dengan demikian, bangunan ini menjadi saksi sejarah panjang perkembangan listrik dan modernisasi kota Medan.

Bangunan ini memiliki arsitektur kolonial Belanda yang khas dengan desain simetris dan atap mansard di bagian tengah serta kedua tepinya. Atap mansard ini berfungsi mengurangi panas melalui sirkulasi udara alami sekaligus menjadi penanda visual monumental. Fasad menggunakan dinding bata ekspos dengan tritisan kecil yang melindungi dari hujan tropis dan memberikan ritme visual pada bangunan. Beberapa jendela besar dengan bingkai kayu asli telah diganti, dan salah satu sisi gedung diubah menjadi pintu, namun desain awal tetap dipertahankan sehingga tampilan gedung tetap autentik.

Interior Kantor PT. PLN masih mempertahankan sejumlah elemen kolonial asli. Lantai utama menggunakan ubin keramik klasik, plafon menampilkan balok kayu ekspos yang menopang atap mansard, dan ruang administrasi mempertahankan susunan simetris dengan ventilasi alami yang optimal. Beberapa perabot lama seperti meja kayu dan lemari arsip masih tersisa, memperkuat karakter historis bangunan.

Gedung ini berdiri di atas lahan yang cukup luas dengan konstruksi beton bertulang, bata, dan kayu sebagai material utama. Bagian menara di atap tengah menambah kesan monumental. Bangunan ini merupakan satu-satunya kantor administrasi listrik kolonial yang masih utuh di kawasan Jl. Listrik, sementara gedung lain di sekitarnya telah digantikan bangunan baru.

Nilai sejarah gedung ini sangat signifikan karena menjadi saksi masuknya listrik ke Kota Medan pada tahun 1923, yang mendukung pertumbuhan kota modern di pesisir timur Sumatera. Dari sisi estetika, arsitektur atap mansard dan fasad simetris menunjukkan adaptasi desain Eropa terhadap iklim tropis. Keaslian struktur dan detail utama masih terjaga meskipun terdapat beberapa penyesuaian.

Dengan pertimbangan nilai sejarah, nilai estetika, dan keaslian, Kantor PT. PLN direkomendasikan sebagai Cagar Budaya peringkat Provinsi Sumatera Utara sesuai hasil verifikasi Tim Ahli Cagar Budaya Kota Medan tahun 2025. Penetapan ini bertujuan melindungi dan melestarikan gedung sebagai saksi sejarah listrik, arsitektur kolonial, dan perkembangan sosial-ekonomi Kota Medan.

Informasi

Lokasi Kantor PT. PLN

Koordinat

3.5858341433647447, 98.6761194998183

Alamat

Jl. Listrik No. 8/9, Kota Medan, Sumatera Utara