
Kantor PPKS
Bangunan







Scan untuk membuka halaman ini
https://cagarbudayamedan.com/sites/kantor-ppksDeskripsi Sejarah
Kamu berada di depan sebuah bangunan kolonial tropis yang berdiri megah dengan garis-garis vertikal yang tegas dan atap lebar yang menaungi fasadnya, dikenal sebagai Kantor PPKS (Eks RISPA). Bangunan ini tercantum dalam Lampiran SK Walikota Medan Nomor 433/28.K/X/2021 tanggal 28 Oktober 2021 dengan Nomor Dokumen 30/CB/B/2021 berdasarkan keputusan yang sama, dan telah berstatus sebagai Bangunan Cagar Budaya yang sudah ditetapkan. Jenis bangunannya adalah kantor dengan sifat profan, sebuah gedung penelitian yang sejak awal berdirinya memang difungsikan untuk kepentingan ilmu pengetahuan dan perkebunan. Bangunan ini beralamat di Jalan Brigjend Katamso No. 51, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Secara geografis, koordinat tengahnya berada pada 3°55’6524” LU dan 98°68’8042” BT dengan ketinggian sekitar 32 meter di atas permukaan laut. Di sebelah utara berbatasan dengan Jalan Avros, di sebelah timur dengan Jalan Brigjend Katamso, di sebelah selatan dengan Jalan Lampu Satu, dan di sebelah barat berbatasan dengan Masjid Ar-Rahman. Letaknya yang berada di kawasan lama kota memperlihatkan bahwa sejak awal abad ke-20 wilayah ini telah menjadi pusat aktivitas penting perkebunan dan penelitian.
Bangunan utama kompleks laboratorium penelitian ini memiliki panjang 30 meter, lebar 25 meter, dan tinggi mencapai 20 meter, dengan luas bangunan sekitar 750 meter persegi. Bahan yang digunakan didominasi oleh kayu dan bata, memperlihatkan konstruksi kolonial yang kokoh sekaligus adaptif terhadap iklim tropis. Gedung ini dibangun pada tahun 1917 dalam periode kolonial dan dirancang oleh arsitek Belanda G. H. Mulder. Sejak awal, bangunan ini difungsikan sebagai stasiun uji atau laboratorium penelitian perkebunan karet yang dikenal dengan nama Algemeene Proefstation der AVROS (APA).
Secara arsitektural, gedung ini menampilkan langgam Renaissance yang telah disesuaikan dengan iklim tropis. Bangunan utama tampak lebih tinggi dan megah, dihubungkan dengan koridor menuju bangunan tambahan di sisi kiri dan kanan. Overhang atap yang sangat lebar menjorok keluar, didukung oleh kolom-kolom persegi yang membentuk ritme vertikal pada fasad. Elemen ini bukan hanya memberi keteduhan dari panas dan hujan, tetapi juga menciptakan kesan bangunan yang menjulang. Di bagian depan terdapat porch dengan kanopi luas sebagai pintu masuk utama, sementara jendela teluk setengah lingkaran memecah dinding samping bangunan utama dan tambahan. Bangunan ini menghadap ke arah timur sehingga cahaya pagi menerpa fasadnya dan menciptakan bayangan yang mempertegas detail arsitekturnya. Jarak lantai ke plafon di lantai satu mencapai 5,5 meter dan di lantai dua sekitar 6,5 meter, memungkinkan sirkulasi udara yang leluasa. Ciri khas lainnya adalah pasangan dinding satu bata, pintu dan jendela berukuran besar, ventilasi pada plafon, serta bentuk bangunan yang simetris.
Interiornya menggunakan panel kayu berkualitas tinggi, terutama kayu Merbau dan Jati. Konstruksi tangga menampilkan keindahan kayu merbau, sementara panel-panel jati memperkuat kesan elegan. Hiasan kaca patri pada jendela menambah kualitas estetika interior, dan beberapa bay window dirancang tidak hanya sebagai elemen visual, tetapi juga sebagai ruang duduk dan area kerja. Dalam perjalanan sejarahnya, gedung ini berdiri sebagai pusat penelitian di bawah naungan AVROS, organisasi perkebunan yang berdiri sejak tahun 1910 untuk memajukan kepentingan perusahaan-perusahaan perkebunan di Sumatera. Pada 29 September 1916, dewan AVROS memutuskan mendirikan balai percobaan sendiri, dan setahun kemudian gedung ini pun berdiri. Penelitian karet, teh, hingga kelapa sawit berkembang pesat di sini. Di bawah kepemimpinan tokoh-tokoh seperti Dr. A.A.L. Rugers dan Dr. A.d’Angremond, lembaga ini mencapai masa gemilang bahkan dikenal di tingkat internasional melalui publikasi dalam bahasa Inggris, Perancis, dan Jerman. Pada masa pendudukan Jepang, lembaga ini sempat berganti nama menjadi Gunseibu Medan Nogyo Kenkyusyo sebelum akhirnya kembali berfungsi dan berjuang membangun reputasinya pasca perang.
Hingga saat ini kondisi bangunan dinyatakan utuh, terpelihara, dan pernah dipugar. Dari tampilan luarnya, gedung ini hampir tidak mengalami perubahan signifikan sejak dekade 1940-an. Interiornya pun masih menyimpan banyak elemen asli, termasuk perabotan lama dan suasana ruang direksi yang mempertahankan karakter masa lalu. Status kepemilikan dan pengelolaannya berada di bawah Pusat Penelitian Kelapa Sawit, yang melanjutkan fungsi ilmiah bangunan ini. Nilai penting bangunan ini sangat kuat. Dari sisi sejarah, usianya yang lebih dari satu abad serta perannya sebagai laboratorium penelitian karet dan kelapa sawit pertama dan terlengkap di Indonesia menjadikannya tonggak penting perkembangan perkebunan di Sumatera Utara dan Indonesia. Dari sisi estetika, langgam Renaissance tropis dengan overhang lebar, panel kayu jati, tangga kayu, serta kaca patri menunjukkan kualitas arsitektur yang tinggi dan kini semakin langka di Kota Medan. Dari sisi ilmiah, gedung ini menyimpan jejak riset perkebunan sekaligus menjadi laboratorium terbuka bagi penelitian arsitektur kolonial dan konstruksi tropis. Dari sisi sosial, gedung ini erat kaitannya dengan komunitas planters society dan masyarakat perkebunan. Nilai kelangkaannya juga terlihat dari penggunaan panel kayu jati secara menyeluruh dan desain bay window yang jumlahnya sangat terbatas di kota ini. Berdasarkan pasal 5 dan 44 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 serta Pasal 18 Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 2 Tahun 2012, Kantor PPKS (Eks RISPA) diusulkan sebagai Cagar Budaya Peringkat Provinsi Sumatera Utara. Hasil verifikasi merekomendasikan bangunan ini sebagai Bangunan Cagar Budaya Peringkat Provinsi karena memiliki nilai sejarah dan estetika yang kuat. Saat kamu berdiri memandang fasadnya yang teduh dan berwibawa, kamu sedang menyaksikan lebih dari sekadar kantor lama, tetapi sebuah pusat ilmu pengetahuan yang pernah membawa nama Sumatera Utara dikenal dalam dunia riset perkebunan internasional.



Informasi
Lokasi Kantor PPKS
Koordinat
3.5565128563914405, 98.68795773070705
Alamat
Jl. Brigjend Katamso No.51, Kota Medan, Sumatera Utara