
Kantor Bank Tabungan Negara
Bangunan



Scan untuk membuka halaman ini
https://cagarbudayamedan.com/sites/kantor-bank-tabungan-negaraDeskripsi Sejarah
Kamu berada di depan sebuah bangunan perbankan tua yang berdiri kokoh di kawasan bersejarah Kota Medan, dikenal sebagai Kantor Bank Tabungan Negara. Gedung ini telah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya dan diusulkan menjadi Cagar Budaya Peringkat Provinsi Sumatera Utara oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan tahun 2026. Jenis bangunannya adalah kantor dengan sifat profan, sebuah ruang layanan publik yang sejak awal dirancang untuk aktivitas perbankan dan penghimpunan dana masyarakat. Bangunan ini beralamat di Jalan Pemuda No. 10, Desa Aur, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, dengan koordinat tengah 3°58’3694” LU dan 98°68’0967” BT. Di sebelah utara berbatasan dengan ruko, di sebelah timur berbatasan langsung dengan Jalan Pemuda, di sebelah selatan berbatasan dengan Bank BNI, dan di sebelah barat berbatasan dengan Jalan Kolonel Sugiono. Letaknya berada di kawasan inti kota lama Medan yang sejak masa kolonial berkembang sebagai pusat perdagangan dan jasa keuangan.
Gedung ini dibangun pada tahun 1937 pada masa kolonial dan menggunakan struktur beton bertulang. Bentuk atapnya berupa dak datar, memperlihatkan pengaruh arsitektur modern kolonial yang mulai berkembang pada dekade 1930-an. Bangunan terdiri dari dua lantai dan satu lantai basement yang dalam arsip tercatat berada pada elevasi -0,50 meter. Secara umum massa bangunan tampil tegas dengan komposisi fasad yang simetris dan sederhana. Bangunan ini dirancang oleh arsitek Belanda Ir. Hubert Albert Breuning, salah satu arsitek kolonial yang cukup produktif pada masanya. Ia juga dikenal merancang berbagai bangunan penting di Hindia Belanda, termasuk rumah dinas Gubernur Sumatera Utara, Kantor Bank Tabungan Pos di Makassar, Kantor Bea dan Cukai Belawan, serta sejumlah bangunan lain di Jawa seperti Kantor Gubernur Jawa Timur dan renovasi Kantor Pos Surabaya. Karya-karyanya memperlihatkan peralihan gaya dari kolonial klasik menuju arsitektur modern tropis.
Secara arsitektural, gedung ini bergaya modern kolonial dengan pengaruh Nieuwe Bouwen yang menonjolkan penggunaan beton bertulang dan atap datar. Bagian depan memiliki deretan jendela dengan dua kanopi panjang yang berfungsi sebagai peneduh atau sun shading agar sinar matahari tidak langsung masuk ke dalam ruangan. Ukuran jendelanya tidak sebesar bangunan kolonial generasi sebelumnya, sehingga lebih mencerminkan pendekatan estetika modern daripada monumentalitas klasik. Pintu masuk utama berada di sisi kiri bangunan, dan dari sana ruang publik dapat langsung diakses melalui tangga melingkar menuju lantai satu maupun ke basement. Detail interior seperti railing tangga dan ventilasi menggunakan pola geometrik dan sentuhan art decorative yang khas era 1930-an. Meskipun interiornya telah mengalami beberapa penyesuaian untuk kebutuhan operasional perbankan masa kini, bentuk dasar dan karakter utama bangunan masih dapat dikenali.
Sejarah bangunan ini tidak dapat dipisahkan dari sejarah panjang lembaga yang kini dikenal sebagai Bank Tabungan Negara. Cikal bakalnya adalah Postspaarbank yang didirikan Pemerintah Hindia Belanda melalui Koninklijk Besluit No. 27 tanggal 16 Oktober 1897 di Batavia dengan tujuan mendidik masyarakat agar gemar menabung. Perkembangannya sangat pesat, hingga pada tahun 1939 telah memiliki empat cabang utama di Jakarta, Medan, Surabaya, dan Makassar. Pada masa pendudukan Jepang tahun 1942, lembaga ini diambil alih dan berganti nama menjadi Tyokin Kyoku. Setelah Proklamasi Kemerdekaan, namanya berubah menjadi Kantor Tabungan Pos RI, lalu melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 4 Tahun 1963 resmi menjadi Bank Tabungan Negara, dan sejak 1992 berstatus PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Sebagai eks gedung Postspaarbank di Medan, bangunan ini memiliki nilai sejarah yang kuat dalam perkembangan sistem perbankan di Kota Medan dan Sumatera Utara.
Gedung yang kini telah berusia lebih dari delapan dekade ini menjadi saksi dinamika ekonomi kolonial, masa pendudukan Jepang, hingga perjalanan perbankan nasional Indonesia. Dari sisi edukasi, sejak awal lembaga ini membawa misi membudayakan kebiasaan menabung di tengah masyarakat, sebuah misi yang terus berlanjut melalui berbagai program layanan hingga sekarang, termasuk pembiayaan perumahan. Dari sisi estetika, bangunan ini menampilkan karakter arsitektur modern kolonial yang relatif masih asli. Struktur beton bertulang, atap dak, tata ruang yang efisien, serta detail geometrik pada elemen tangga dan ventilasi menunjukkan kualitas perancangan yang matang. Penambahan material keramik pada sebagian dinding dilakukan sebagai upaya pemeliharaan dan kemudahan perawatan akibat paparan polusi udara, tanpa menghilangkan bentuk dasarnya. Kondisi bangunan saat ini dinyatakan utuh dan terpelihara, serta belum pernah mengalami pemugaran besar. Berdasarkan Pasal 5 dan 44 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 serta Pasal 18 Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 2 Tahun 2012, Kantor Bank Tabungan Negara diusulkan sebagai Cagar Budaya Peringkat Provinsi Sumatera Utara karena memiliki nilai sejarah, nilai edukasi, nilai estetika, dan nilai keaslian. Hasil verifikasi merekomendasikan bangunan ini sebagai Bangunan Cagar Budaya Peringkat Provinsi. Saat kamu berdiri di depannya, kamu tidak hanya melihat sebuah kantor bank aktif, tetapi juga menyaksikan jejak perkembangan perbankan modern yang tumbuh bersama sejarah Kota Medan.



Informasi
Lokasi Kantor Bank Tabungan Negara
Koordinat
3.583863682181819, 98.68080390489528
Alamat
Jalan Pemuda No. 10, Kota Medan, Sumatera Utara