Jembatan Kebajikan

Jembatan Kebajikan

Struktur
Jembatan Kebajikan - 1
Jembatan Kebajikan - 2
Jembatan Kebajikan - 3
Jembatan Kebajikan - 4
Jembatan Kebajikan - 5
Jembatan Kebajikan - 6
Jembatan Kebajikan - 7
Jembatan Kebajikan - 8

Deskripsi Sejarah

Kamu berada di atas Jembatan Kebajikan, sebuah struktur cagar budaya berjenis jembatan dan bersifat profan yang dibangun pada tahun 1915 pada masa Kolonial. Struktur ini telah ditetapkan berdasarkan SK Walikota Medan Nomor 433/28.K/X/2021 tanggal 28 Oktober 2021 dengan Nomor Dokumen 67/CB/SR/2021. Jembatan ini pernah direnovasi pada tahun 1993 dan 2000, dan pada tahun 2025 direkomendasikan sebagai Struktur Cagar Budaya Peringkat Provinsi Sumatera Utara.

Lokasinya berada di pertemuan Jalan Zainul Arifin dan Jalan Gajah Mada, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, dengan koordinat 3°58’4083”N dan 98°66’7917”E pada ketinggian 29 mdpl. Panjangnya 16 meter dan lebarnya 8,40 meter. Material utamanya baja, besi, beton, dan marmer. Kondisinya saat ini utuh, terpelihara, dan pernah dipugar.

Secara konstruksi, jembatan menggunakan sistem busur besi (ijzer-boog) yang kini jarang ditemukan di Indonesia. Empat rangka baja lengkung menopang badan jembatan, dengan ujung tertanam pada struktur beton. Pagar besinya dihiasi motif sulur bunga, sementara empat lampu berbentuk payung berdiri di atas tiang baja dengan alas marmer setinggi 2,3 meter, menghadirkan kesan monumental dan elegan.

Di setiap ujung pagar terdapat prasasti marmer hitam berukuran 50 cm yang ditatah dengan huruf emas dalam empat bahasa: Belanda (Latin), Cina, dan Melayu beraksara Arab. Keberagaman bahasa ini menjadi simbol kemajemukan Kota Medan. Kilauan huruf emas pada malam hari membuat masyarakat menyebutnya Jembatan Berlian.

Jembatan ini melintasi Sungai Babura dan menghubungkan kawasan lama dengan wilayah Medan Baru. Pembangunannya pada tahun 1915 merupakan penghormatan kepada Tjong Yong Hian yang wafat tahun 1911, tokoh penting dan Letnan komunitas Tionghoa pertama di Medan. Bersama saudaranya Tjong A Fie, ia berkontribusi besar dalam pembangunan sosial dan ekonomi kota.

Nilai penting Jembatan Kebajikan mencakup nilai sejarah sebagai bagian perkembangan infrastruktur awal abad ke-20; nilai estetika pada ornamen pagar, lampu, dan penggunaan marmer; nilai ilmiah pada sistem konstruksi ijzer-boog; nilai sosial pada simbol keberagaman prasasti multibahasa; nilai kelangkaan karena tipe konstruksi yang jarang; serta nilai keaslian karena sebagian besar material awal masih dipertahankan meskipun ada perubahan pada pagar akibat renovasi.

Pada tahun 2003, setelah renovasi melalui inisiatif Beranda Warisan Sumatra, jembatan ini menerima UNESCO Merit Award dari UNESCO Bangkok sebagai pengakuan atas pelestariannya. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 dan Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 2 Tahun 2012, serta hasil verifikasi Tim Ahli Cagar Budaya Kota Medan Tahun 2025, Jembatan Kebajikan direkomendasikan sebagai Struktur Cagar Budaya Peringkat Provinsi Sumatera Utara. Saat kamu berdiri di atasnya, kamu sedang menapaki jejak sejarah panjang Kota Medan yang tumbuh dari pertemuan berbagai budaya.

Informasi

Lokasi Jembatan Kebajikan

Koordinat

3.5841021537645066, 98.66785108673486

Alamat

Jl. Zainul Arifin & Jl. Gajah Mada, Kota Medan, Sumatera Utara