Jembatan Kebajikan di Medan

Jembatan Kebajikan

Struktur
Jembatan Kebajikan - 1
Jembatan Kebajikan - 2

Deskripsi Sejarah

Jembatan Kebajikan dibangun pada tahun 1915 dan melintasi Sungai Babura, menghubungkan Jl. Zainul Arifin dan Jl. Gajah Mada.

Pembangunan jembatan ini dilakukan untuk mengenang Tjong Yong Hian, seorang tokoh penting masyarakat Tionghoa di Medan yang wafat pada 11 September 1911.

Jembatan ini didirikan oleh ketiga anak Tjong Yong Hian, yaitu Tjong Haw Lung, Tjong Hian Lung, dan Tjong Seng Lung.

Tjong Yong Hian merupakan orang Tionghoa yang ditunjuk oleh Pemerintah Kolonial Belanda sebagai Letnan Komunitas Tionghoa pertama di Kota Medan.

Selain berperan dalam pemerintahan kolonial, Tjong Yong Hian juga dikenal sebagai pengusaha sukses dan tokoh masyarakat yang berpengaruh dalam perkembangan Kota Medan.

Bersama saudaranya, Tjong A Fie, ia turut membangun berbagai fasilitas sosial seperti Vihara Setia Budi di Jl. Irian Barat dan Rumah Sakit Tjie On Jie Jan di Jl. Sambu untuk membantu masyarakat kurang mampu.

Masyarakat setempat juga mengenal jembatan ini dengan sebutan Jembatan Berlian, karena tulisan keemasan pada prasastinya memantulkan cahaya lampu pada malam hari seperti kilauan berlian.

Keberadaan empat prasasti dengan bahasa dan aksara yang berbeda menjadi simbol karakter multietnis Kota Medan serta makna kebajikan dan persatuan antar etnis yang hidup berdampingan di kota ini.

Informasi

Lokasi Jembatan Kebajikan

Koordinat

3.5841021537645066, 98.66785108673486

Alamat Resmi

Jl. Zainul Arifin & Jl. Gajah Mada, Kota Medan, Sumatera Utara