Gereja Kristen Indonesia (GKI) Sumatera Utara di Medan

Gereja Kristen Indonesia (GKI) Sumatera Utara

Bangunan
Gereja Kristen Indonesia (GKI) Sumatera Utara - 1
Gereja Kristen Indonesia (GKI) Sumatera Utara - 2

Deskripsi Sejarah

Kamu berdiri di depan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Sumut, yang beralamat di Jalan KH Zainul Arifin No. 126, Kota Medan. Bangunan ini langsung menarik perhatian dengan arsitekturnya yang khas, memadukan bentuk atap limasan dan pelana, lengkap dengan menara kecil yang dihiasi pilaster, pelipit, dan jendela lengkung. Semua detail dekoratif—molding, ornamen, hingga ventilasi—dirancang rapi, membuat bangunan ini terasa hidup dan elegan.

Bangunan gereja ini terdiri dari dua bagian utama: bangunan depan sebagai gereja untuk ibadah, dan bangunan belakang yang terletak di utara. Gereja utama berbentuk persegi panjang dengan luas ±200 m2, panjang 17 meter, lebar 8 meter, dan tinggi 12 meter. Meski berusia hampir satu abad, kondisi gereja masih utuh dan terpelihara dengan baik. Materialnya kombinasi kayu, bata, batu, dan beton bertulang, sementara lantai awalnya dari ubin, menambah kesan kokoh dan klasik.

Atapnya curam di bagian depan dan pusat, membentuk apse salib di lantai dasar. Menara beratap pelana menjadi titik fokus, sementara pilaster dan pelipit menambah ritme visual pada fasad. Kamu bisa melihat jendela-jendela lengkung dengan hiasan detail yang sama persis seperti saat bangunan awalnya dibangun. Semua ini menunjukkan prinsip desain gereja barat yang diadaptasi untuk Medan.

Sejarah gereja ini panjang dan menarik. Awalnya, bangunan ini dibangun pada tahun 1917 oleh pemerintah Belanda dan dinamakan Gereformeer de Kerk. Kelompok awalnya berasal dari anggota Gereformeer Kwitang Jakarta, yang ingin mendirikan pelayanan di Medan. Pada masa itu, pertemuan penting digelar di Zsiervoagavoad, di bawah kepemimpinan Dr. HA van Andel, dan konsistori pertama dipilih, termasuk Mr. R. Blotema, Rev. AAL Rutgers, PA Colga, J Hogervorst, dan JJ Meeuwse. Gedung gereja yang sekarang kamu lihat diperkirakan dirancang oleh arsitek Tjeerd Kuipers dan selesai dibangun pada tahun 1920-an.

Seiring waktu, pelayanan gereja berkembang. Pada tahun 1930, Gereja Gereformeerd Medan mulai menyediakan kebaktian berbahasa Indonesia/Jawa bekerja sama dengan Kristen Jawa Jakarta. Tahun 1932, rumah ibadah baru dibangun di Jalan HOS Cokrominoto (dulu Jalan Percut), memperluas jangkauan pelayanan. Pada 25 Desember 1938, dua pendeta Indonesia, Ds RS Cokro Susilo dan Ds Dhanu Pronoto, resmi ditahbiskan, menunjukkan kemajuan jemaat lokal.

Pada tahun 1957, pelayanan berbahasa Belanda dihentikan, digantikan oleh pelayanan berbahasa Indonesia/Jawa. Pada tahun 1962, tenaga pengkaderan dari Ds KLF Le Grand membantu pengembangan jemaat. Sejak itu, kegiatan kebaktian utama dilaksanakan di Jalan KH Zainul Arifin. Puncaknya, pada 11 September 1969, gereja ini resmi menjadi Gereja Kristen Indonesia (GKI) Sumut – Medan, seperti yang dikenal hingga kini.

Selain sejarah, gereja ini memiliki nilai penting sebagai cagar budaya. Nilai sejarahnya jelas: bangunan berusia lebih dari 50 tahun ini mencerminkan budaya gereja barat yang diperkenalkan Belanda dan menjadi saksi perjalanan umat Kristen di Medan. Nilai religius dan spiritualnya tampak dari fungsi sebagai tempat ibadah yang masih aktif, mencerminkan kehidupan spiritual komunitas Nasrani sejak akhir abad ke-18.

Dari sisi estetika, desain eklektik gereja memadukan atap curam, kombinasi atap limas-pelana, menara, pilaster, pelipit, serta ornamen geometris. Semua ini menciptakan kesan visual yang kuat dan memperkuat karakter kawasan. Bangunan dengan gaya eklektik seperti ini termasuk langka di Medan, menjadikan GKI Sumut unik dan bernilai kelangkaan tinggi.

Bangunan ini tetap utuh dan terpelihara, meski pernah mengalami pemugaran. Pemugaran dilakukan dengan hati-hati sehingga tidak merubah tampilan eksteriornya secara signifikan. Gereja masih dikelola oleh Majelis Jemaat GKI Sumut Medan, memastikan fungsinya sebagai rumah ibadah tetap terjaga.

Ketika kamu berdiri di hadapan gereja ini, kamu bukan hanya melihat sebuah bangunan. Kamu melihat sejarah hidup, mulai dari era kolonial Belanda, perkembangan jemaat lokal, hingga transformasi menjadi GKI Sumut yang melayani masyarakat Medan hingga hari ini. Setiap detail arsitektur, dari jendela lengkung hingga menara dan hiasan pilaster, menceritakan kisah panjang yang tetap hidup. GKI Sumut bukan hanya tempat ibadah—dia adalah cagar budaya yang menjaga jejak sejarah, estetika, dan spiritual kota Medan.

Informasi

Lokasi Gereja Kristen Indonesia (GKI) Sumatera Utara

Koordinat

3.5836886962815946, 98.6717188475614

Alamat Resmi

Jl. KH Zainul Arifin No. 126, Kota Medan, Sumatera Utara