Gedung Keuangan Negara Medan di Medan

Gedung Keuangan Negara Medan

Bangunan
Gedung Keuangan Negara Medan - 1
Gedung Keuangan Negara Medan - 2

Deskripsi Sejarah

Bangunan ini adalah Gedung Keuangan Negara Medan, sebuah bangunan berlantai empat yang berdiri sebagai salah satu contoh penting arsitektur modern dengan pendekatan iklim tropis di Kota Medan. Fungsinya sebagai kantor pemerintahan menjadikannya bagian dari aktivitas administrasi keuangan negara, sekaligus penanda perubahan wajah arsitektur Indonesia setelah masa kemerdekaan. Secara arsitektural, gedung ini dirancang menggunakan konstruksi beton bertulang. Atapnya berupa plat beton, sementara permukaan beton pada banyak bagian dibiarkan terekspos tanpa plester. Pendekatan ini memperlihatkan karakter arsitektur yang tegas, jujur terhadap material, dan menonjolkan struktur sebagai elemen visual utama. Bentuk-bentuk geometris disusun secara berulang, dengan garis-garis horizontal yang sangat dominan dan memberi kesan kokoh sekaligus modern.

Jika kamu mengamati lebih jauh, desain gedung ini tidak hanya mengejar tampilan, tetapi juga sangat mempertimbangkan kondisi iklim tropis. Pada bagian fasad, terdapat rangka beton berbentuk kubus yang berfungsi sebagai sunshading. Elemen ini dirancang untuk menahan radiasi matahari agar tidak langsung menerpa dinding bangunan. Selain berfungsi secara teknis, rangka beton ini juga menjadi ciri visual khas yang memperkuat identitas bangunan sebagai karya arsitektur modern tropis.

Namun, kondisi yang kamu lihat sekarang dari ruang luar tidak sepenuhnya menampilkan wajah asli bangunan ini. Seluruh bagian luar gedung telah diselimuti oleh material zincalume. Akibatnya, bentuk asli fasad tidak lagi terlihat jelas. Meski begitu, pada salah satu sudut bangunan, masih terdapat bagian yang dipertahankan dari rancangan awal. Bagian inilah yang menjadi sisa penting dari desain asli karya Frederich Silaban dan menjadi petunjuk bagaimana bangunan ini dirancang pada awal pembangunannya.

Dari segi kondisi fisik, Gedung Keuangan Negara Medan dinyatakan utuh. Bangunan ini terpelihara dan pernah mengalami pemugaran. Walaupun terjadi perubahan pada tampilan luarnya, keberadaan gedung ini sebagai satu kesatuan bangunan tetap terjaga dan masih berfungsi hingga kini.

Bangunan ini terletak di Jalan Diponegoro Nomor 30A, Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Lokasinya berada pada kawasan strategis kota dengan batas utara Jalan R.A. Kartini, batas timur Jalan Pangeran Diponegoro, batas selatan Jalan Hang Tuah, dan batas barat kawasan PT PLN (Persero) UIP Pembangkit Sumatera. Ketinggian lokasi bangunan berada pada sekitar 26 meter di atas permukaan laut.

Gedung ini dibangun pada era 1950-an dan memiliki latar sejarah yang kuat. Pada awalnya, bangunan ini dikenal dengan nama Gedung Pemusatan Jawatan Kementerian Keuangan. Lokasinya saat itu berada di Jalan Jogja, yang kini dikenal sebagai Jalan Diponegoro. Gedung ini dirancang oleh arsitek Indonesia Frederich Silaban sekitar tahun 1961–1962. Frederich Silaban merupakan salah satu arsitek ternama Indonesia yang banyak berkarya setelah masa kemerdekaan Republik Indonesia. Gedung Keuangan Negara Medan adalah rancangan keduanya di Kota Medan, setelah gedung BNI. Fakta ini menempatkan bangunan ini sebagai bagian penting dalam perjalanan karya Silaban, sekaligus dalam perkembangan arsitektur modern di kota ini.

Nilai penting bangunan ini terlihat dari beberapa aspek utama. Dari sisi nilai sejarah, Gedung Keuangan Negara Medan memiliki usia lebih dari lima puluh tahun dan menjadi bagian dari sejarah perkembangan administrasi keuangan negara. Keberadaannya juga berkaitan erat dengan dinamika perekonomian di Kota Medan dan Sumatera Utara, khususnya pada masa awal pascakemerdekaan. Dari sisi nilai estetika, bangunan ini merupakan karya Frederich Silaban yang dikenal sebagai salah satu tokoh utama arsitektur modern Indonesia. Rancangannya menunjukkan pendekatan arsitektur modern dengan adaptasi iklim tropis yang sangat kuat. Penggunaan sirip-sirip horizontal dan vertikal, komposisi massa yang sederhana, serta pemanfaatan beton bertulang menjadikan bangunan ini memiliki nilai estetika yang khas dan mewakili masanya.

Bangunan ini juga memiliki nilai ilmu pengetahuan atau nilai ilmiah. Konsep teknologi bangunan yang diterapkan menjadikan gedung ini sebagai contoh penting arsitektur modern dengan pendekatan iklim tropis. Keberadaannya membuka peluang kajian bagi peneliti di bidang konstruksi bangunan, teknologi material, serta arsitektur tropis, khususnya dalam konteks Indonesia. Atas dasar nilai sejarah, nilai estetika, dan nilai ilmu pengetahuan tersebut, Gedung Keuangan Negara Medan telah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Medan Nomor 433/28.K/X/2021 tanggal 28 Oktober 2021. Bangunan ini juga direkomendasikan untuk menjadi Bangunan Cagar Budaya Peringkat Provinsi Sumatera Utara.

Saat kamu berada di hadapan Gedung Keuangan Negara Medan hari ini, yang kamu lihat bukan sekadar sebuah bangunan kantor. Gedung ini adalah saksi perjalanan arsitektur modern Indonesia, jejak pemikiran Frederich Silaban, serta bagian dari sejarah administrasi keuangan dan perkembangan Kota Medan. Meski wajah luarnya telah berubah, nilai dan makna yang dikandungnya tetap melekat dan terus hidup dalam lanskap kota.

Informasi

Lokasi Gedung Keuangan Negara Medan

Koordinat

3.578917319595924, 98.67183330756617

Alamat Resmi

Jl. Diponegoro No. 30 A, Kota Medan, Sumatera Utara