Gedung BNI Kesawan

Gedung BNI Kesawan

Bangunan
Gedung BNI Kesawan - 1
Gedung BNI Kesawan - 2
Gedung BNI Kesawan - 3
Gedung BNI Kesawan - 4
Gedung BNI Kesawan - 5
Gedung BNI Kesawan - 6
Gedung BNI Kesawan - 7
Gedung BNI Kesawan - 8

Deskripsi Sejarah

Saat kamu berdiri di kawasan Kesawan dan memandang bangunan di Jalan Jendral Ahmad Yani No. 72, mungkin sekilas gedung ini tampak sederhana, bahkan nyaris menyatu dengan deretan ruko di sekitarnya. Namun bangunan yang kamu lihat ini adalah Gedung BNI Kesawan, sebuah bangunan kolonial yang menyimpan lapisan sejarah panjang perkembangan ekonomi dan arsitektur Kota Medan. Sejak 1 Februari 2023, gedung ini telah resmi ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya melalui SK Wali Kota Medan Nomor 433/29.K. Gedung ini berdiri pada tahun 1930, pada masa kolonial Belanda, dan menjadi bagian dari kawasan komersial Kesawan yang sejak awal berkembang sebagai pusat aktivitas perdagangan dan perbankan. Secara administratif, bangunan ini berada di Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, dengan titik koordinat 3o58’65,67” LU dan 98o67’90,89” BT. Bangunan ini bersifat profan dan saat ini tercatat sebagai bangunan kosong, meskipun kepemilikan dan pengelolaannya masih berada di bawah PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Jika kamu memperhatikan bentuk massanya, gedung ini terdiri dari tiga unit ruko yang menyatu, sehingga tampil lebih lebar dibandingkan bangunan-bangunan di sekitarnya yang umumnya hanya selebar satu ruko standar. Skala bangunan yang lebih besar ini menegaskan peran pentingnya di kawasan Kesawan sejak awal berdiri. Arsitekturnya mengadopsi gaya kolonial tropis yang sederhana, tanpa profil rumit atau ornament dekoratif yang menonjol. Bangunan ini menggunakan bukaan jendela besar di setiap bidang dinding, yang kini telah memakai material kaca. Bukaan lebar tersebut merupakan ciri adaptasi arsitektur kolonial terhadap iklim tropis, memungkinkan sirkulasi udara dan pencahayaan alami masuk secara optimal. Atap bangunan menggunakan konstruksi kayu dan metal, tanpa tambahan kanopi, dan hanya mengandalkan teritisan beton sebagai pelindung dari hujan dan panas.

Bila kamu bandingkan dengan foto-foto lama suasana Kesawan, terlihat jelas bahwa bangunan ini telah mengalami beberapa perubahan, terutama pada bentuk jendela. Dahulu, jendela-jendela bangunan ini dilengkapi dengan kanopi kecil, namun kini elemen tersebut sudah tidak ditemukan lagi. Perubahan ini diduga terjadi pada saat renovasi Oktober 1984, sebagaimana tercantum dalam prasasti bangunan yang menyebutkan bahwa renovasi dilakukan oleh PT. Zaid Achmat. Menariknya, meskipun renovasi dilakukan, proses tersebut tetap mempertahankan material asli bangunan. Hal ini dapat kamu lihat dari tangga kayu dan lantai lantai dua yang juga masih menggunakan material kayu. Keputusan untuk tetap menggunakan material asli menunjukkan upaya menjaga karakter bangunan, meskipun fungsinya terus beradaptasi dengan kebutuhan zaman.

Dari sisi kondisi fisik, gedung ini dinilai utuh dan terpelihara dengan baik. Fasad bangunan masih mempertahankan bentuk dasarnya dan tetap memberikan kontribusi visual terhadap karakter kawasan heritage Kesawan. Elemen penting seperti tiang-tiang arcade masih dipertahankan hingga kini. Tiang arcade inilah yang menjadi pembentuk utama fasad bangunan sekaligus elemen yang memperkuat identitas kawasan Kesawan sebagai kawasan bersejarah. Secara historis, Gedung BNI Kesawan merupakan bagian dari deretan ruko di kawasan komersial Kesawan dan diduga sejak awal difungsikan sebagai bank atau perkantoran. Letaknya yang strategis —sejajar dengan Bangunan Bank Danamon, yang pada masa lalu dikenal sebagai Bank of China— menunjukkan bahwa kawasan ini merupakan pusat aktivitas ekonomi dan sosial budaya yang penting pada masanya. Keberadaan bangunan-bangunan perbankan di kawasan ini menjadi bukti nyata kejayaan ekonomi Kota Medan di masa lalu.

Nilai penting Gedung BNI Kesawan tercermin dari beberapa aspek utama. Nilai estetika bangunan ini tampak pada dominasi bentuk arcade dan teritisan jendela yang masih membentuk vista heritage Kesawan, meskipun telah mengalami perubahan akibat renovasi. Nilai sosial budaya muncul dari fungsi bangunan sebagai bagian dari aktivitas perbankan dan perkantoran yang mendukung kehidupan ekonomi masyarakat pada masanya. Sementara itu, nilai keaslian tetap terjaga melalui keberlangsungan elemen-elemen utama bangunan, khususnya tiang-tiang arcade yang masih berfungsi sebagai pembentuk karakter fasad. Atas dasar nilai estetika, nilai sosial budaya, dan nilai keaslian tersebut, Gedung BNI Kesawan diusulkan sebagai Bangunan Cagar Budaya peringkat Provinsi Sumatera Utara. Hasil verifikasi Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Medan tahun 2025 menyatakan bahwa bangunan ini layak direkomendasikan sebagai Cagar Budaya tingkat provinsi, menegaskan pentingnya gedung ini dalam konteks sejarah dan perkembangan Kota Medan. Ketika kamu melangkah meninggalkan gedung ini, kamu sebenarnya baru saja melewati satu fragmen penting dari perjalanan Kesawan sebagai pusat ekonomi kolonial. Gedung BNI Kesawan bukan hanya bangunan lama yang masih berdiri, tetapi sebuah penanda waktu—yang mengingatkan bahwa denyut perdagangan, arsitektur, dan kehidupan kota Medan pernah bertumpu kuat di tempat kamu berdiri sekarang.

Informasi

Lokasi Gedung BNI Kesawan

Koordinat

3.5868226721701153, 98.6791571202077

Alamat

Jl. Jend. Ahmad Yani No.72, Kesawan, Kec. Medan Bar., Kota Medan, Sumatera Utara