
Gedung Badan Kerja Sama Perusahaan Perkebunan Sumatera (BKSPPS)
Bangunan




Scan untuk membuka halaman ini
https://cagarbudayamedan.com/sites/gedung-bksppsDeskripsi Sejarah
Begitu kamu berada di sudut Jalan Pemuda (dulu Paleisweg) dan Jalan Palang Merah (dulu Soekamoeliaweg), kamu sedang berhadapan dengan sebuah bangunan yang sejak awal berdirinya punya peran besar dalam sejarah perkebunan dan tenaga kerja di Sumatra Timur. Inilah Gedung AVROS, bangunan yang lahir dari kebutuhan organisasi perkebunan karet berskala internasional. Gedung ini didirikan berkaitan langsung dengan berdirinya AVROS (Algemente Vereneging van Rubber Planter Ooskust van Sumatra), sebuah organisasi kumpulan grup perusahaan dari berbagai negara yang memiliki usaha perkebunan karet di Sumatra Timur. Rencana pendirian gedung ini telah dimulai pada tahun 1916, rancangan bangunannya dibuat pada tahun 1917, bersamaan dengan pembangunan stasiun uji AVROS yang dikenal sebagai Algemeen Proefstation der AVROS (APA) di Kampung Baru.
Bangunan ini dirancang oleh arsitek yang sama dengan laboratorium APA, yaitu George Herbert Mulder. Setelah melalui proses tender, pembangunan gedung ini dimenangkan oleh perusahaan Langereis pada 16 Februari 1918 dengan nilai tawaran f 119.800, yang merupakan tawaran terendah dibanding tiga kontraktor lainnya, yaitu Burung Camar (f 187.997), Bennink (f 142.380), dan Metz (f 138.000). Langereis sendiri dikenal sebagai kontraktor ternama di kota Medan pada masa itu dan telah membangun banyak bangunan penting di tanah Deli, seperti Masjid Labuan, Masjid Azizi Langkat, dan eks Balai Kota Lama.
Lahan tempat gedung ini berdiri semula merupakan milik Tjong Afie. Karena itu, dalam pengumuman pelaksanaan konstruksi disebutkan bahwa gedung AVROS ini awalnya juga akan diperuntukkan sebagian sebagai kantor urusan Tjong Afie. Pembangunan gedung memakan waktu sekitar 15 bulan, dimulai pada Juni 1918 dan mulai difungsikan pada September 1919. Namun setelah gedung selesai dan diresmikan, Tjong Afie tidak berkantor di sini.
Sebagian lantai dua gedung ini justru digunakan sebagai kantor Konsulat Amerika, sementara sebagian lainnya difungsikan sementara sebagai museum bernama Museum of Deli Institute. Konsul Amerika yang berkantor di sini merupakan konsul asing pertama di kota Medan, sebelum negara lain seperti Jepang membuka kantor diplomatiknya pada tahun 1921. Museum tersebut kemudian dipindahkan ke stasiun uji AVROS di Kampung Baru pada tahun berikutnya. Konsulat Amerika mulai membuka perwakilannya di Medan pada 13 Mei 1919, setelah sebelumnya berkedudukan di Padang, karena posisi strategis kota Medan dalam politik dan bisnis industri perkebunan. Konsulat Amerika berkantor di gedung AVROS hingga Februari 1942, lalu mengosongkan kantor akibat situasi politik yang tidak kondusif karena penetrasi Jepang ke Indonesia. Perwakilan Amerika kembali dibuka pada November 1949, namun saat itu telah pindah ke kantor baru di Jalan Djakarta yang kini dikenal sebagai Jalan Imam Bonjol.
Gedung AVROS ini sendiri dibangun pada tahun 1918–1919 dan sejak awal difungsikan sebagai kantor yang mengurus kebijakan dan pengelolaan ketenagakerjaan perkebunan di pesisir Sumatra Timur. AVROS berperan sebagai mediator kerja antara lebih dari 150 pengusaha perkebunan, baik lokal termasuk Kesultanan Deli maupun asing dari Amerika, Inggris, Jerman, Prancis, dan Belgia. Presiden pertamanya adalah V. Ris yang diangkat pada tahun 1910, sementara Direktur Jenderal Laboratorium Penelitian AVROS di Medan pada periode 1916 hingga Januari 1923 adalah Dr. A. A. L. Rutgers. Komoditas utama yang dikelola meliputi karet, kakao, gula, dan minyak sawit. Seiring waktu, organisasi ini berubah nama menjadi Badan Kerja Sama Perusahaan Perkebunan Sumatera (BKSPPS), dan hingga kini gedung AVROS atau BKS PPS digunakan sebagai fasilitator penetapan berbagai aturan ketenagakerjaan sektor perkebunan.
Jika kamu mengamati bentuk bangunannya, rancangan George Herbert Mulder sangat dipengaruhi oleh arsitektur kolonial masa peralihan, yang terlihat dari keberadaan dinding layar (pediment) dan menara pada fasade. Bangunan ini memiliki empat lantai dengan dekorasi sederhana yang dipengaruhi langgam Art Deco. Lantai pertama hingga lantai ketiga dirancang dengan galeri terbuka atau balkon selebar sekitar dua meter untuk melindungi ruang dalam dari paparan matahari langsung. Mulder juga merancang sirkulasi udara pada atap pelana yang dilengkapi ventilasi artistik, pintu dan jendela lengkung dengan terali dan kaca patri, serta tangga dengan dinding berlapis kayu mahoni. Pada bagian sudut persimpangan sebagai pintu masuk utama terdapat menara sempit beratap kubah yang dilengkapi jam dan masih berfungsi hingga kini, diapit oleh dua sayap bangunan yang hampir simetris.
Bangunan ini merupakan contoh khas bangunan sudut, dengan massa bangunan melengkung mengikuti bentuk lahan di persimpangan jalan, dan memiliki kemiripan dengan Juliana Building (kini Kantor PT London Sumatra). Gedung ini bersebelahan dengan bangunan Jiwasraya (dahulu kantor asuransi Nillmij), memiliki ukuran tidak beraturan sekitar 20 x 25 meter dengan tinggi sekitar 25 meter, serta satu ruang bawah atap yang berfungsi sebagai ruang menara jam. Material bangunan terdiri dari lantai ubin dan teraso, dinding bata, serta atap genteng produksi NV Deli Klei, sementara kubah menara terbuat dari tembaga hijau dan jendelanya menggunakan kayu pinus.
Berdasarkan Pasal 5 dan 44 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 serta Pasal 18 Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 2 Tahun 2012, gedung BKS PPS (eks AVROS) ini ditetapkan sebagai cagar budaya karena memiliki nilai sejarah, estetika, ilmiah, sosial, kelangkaan, dan keaslian. Dari nilai sejarah, gedung ini merupakan kantor asosiasi perkebunan kedua setelah Deli Planters Vereeniging dan menjadi kantor konsulat asing pertama di kota Medan. Dari nilai estetika, bangunan ini merupakan salah satu desain bangunan sudut terbaik di Medan dengan karakter arsitektur peralihan yang kini semakin langka. Dari nilai ilmiah dan sosial, gedung ini menyimpan data penting tentang ketenagakerjaan perkebunan dan menjadi simpul penting komunitas perkebunan karet. Meskipun terdapat penambahan fungsi dan pergantian material pada beberapa bagian, bentuk bangunan dan tata ruang dasarnya masih dipertahankan seperti saat awal berdiri. Saat kamu berdiri di hadapan gedung ini, yang kamu lihat bukan sekadar bangunan tua, melainkan sebuah simpul sejarah perkebunan, ketenagakerjaan, diplomasi, dan arsitektur kota Medan dalam satu kesatuan ruang.




Informasi
Lokasi Gedung Badan Kerja Sama Perusahaan Perkebunan Sumatera (BKSPPS)
Koordinat
3.5845072825346422, 98.68056251657067
Alamat Resmi
Jalan Pemuda No. 2 – Simpang Jalan Palang Merah, Kota Medan, Sumatera Utara