Eks Villa Kembar (Kantor Administrasi & Security Hotel Adimulia) di Medan

Eks Villa Kembar (Kantor Administrasi & Security Hotel Adimulia)

Bangunan
Eks Villa Kembar (Kantor Administrasi & Security Hotel Adimulia) - 1
Eks Villa Kembar (Kantor Administrasi & Security Hotel Adimulia) - 2

Deskripsi Sejarah

Saat kamu berdiri di depan bangunan ini, kamu sedang melihat salah satu sisa paling awal dari kawasan hunian orang Eropa di Medan, jauh sebelum kawasan Polonia berkembang pesat pada akhir dekade 1910-an. Bangunan ini menjadi penanda awal perubahan wajah kota Medan dari permukiman tradisional menuju kota kolonial modern. Bangunan ini merupakan bagian dari perumahan awal untuk orang Eropa yang dibangun sebelum kawasan Polonia dikembangkan secara intensif. Hingga saat ini, informasi spesifik mengenai sejarah rumah ini pada masa Belanda belum diketahui secara pasti. Namun, berdasarkan peta Kota Medan tahun 1913, terlihat bahwa pada masa itu terdapat lima unit rumah tinggal kembar yang berderet di sepanjang jalan yang kini dikenal sebagai Jalan Diponegoro, yang pada masa kolonial bernama Mangga Laan.

Dari kelima unit tersebut, kini hanya satu bangunan ini yang masih berdiri dalam kondisi baik. Di sebelah utara Hotel Adimulia masih terdapat satu unit lainnya, namun kondisinya sudah mulai punah. Peta tahun 1913 juga menunjukkan bahwa sejak awal bangunan ini telah dibangun sebagai bangunan permanen dari batu, bukan konstruksi sementara. Jika dikaitkan dengan perkembangan industri perkebunan di pesisir Sumatra, khususnya di Medan, tipologi bangunan ini sangat mirip dengan rumah tinggal para tuan kebun pada masa kolonial Belanda. Bangunan vila ini pada tahun 2000-an sempat difungsikan sebagai Bank Commonwealth, sebelum akhirnya menjadi bagian dari Hotel Adimulia seperti yang terlihat saat ini.

Secara arsitektural, bangunan ini merupakan tipikal rancangan rumah tinggal di kawasan permukiman awal orang Eropa di kota Medan. Bangunan ini mencerminkan transformasi arsitektur tradisional Melayu ke dalam bentuk bangunan modern. Bentuk dan tata ruangnya sangat menyerupai rumah tinggal para administrateur atau tuan kebun pada masa perkembangan industri perkebunan Belanda, yang awalnya berupa rumah panggung dari kayu. Pada bangunan ini terlihat jelas perpaduan arsitektur tradisional Melayu dan arsitektur klasik Eropa. Unsur klasik Eropa tampak pada penggunaan pilar-pilar di atas pediment, keberadaan ornamen entablature, serta jendela dengan dekorasi tympanum. Sementara itu, pengaruh arsitektur Melayu terlihat dari bentuk atap limas bertingkat dua serta pintu masuk yang dibentuk oleh kolom dan didukung empat pilar.

Sebagai bentuk adaptasi terhadap iklim tropis, bangunan ini memiliki dua beranda terbuka di kedua sisi bangunan. Pengaruh Eropa juga terlihat dari skala bangunan, bentuk pintu, jendela, serta kamar mandi. Secara keseluruhan, bangunan ini memiliki estetika yang khas dan berperan dalam memperkuat karakter kawasan dengan konsep tropical garden city. Saat ini, interior bangunan telah banyak mengalami perubahan dibandingkan kondisi aslinya. Namun demikian, tampilan eksterior bangunan masih mempertahankan bentuk dasar desain vila. Sayangnya, konsep lanskap asli, berupa jalan masuk berbentuk setengah lingkaran serta halaman yang luas dan rindang, sudah tidak lagi dapat ditemukan.

Berdasarkan Pasal 5 dan 44 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 serta Pasal 18 Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 2 Tahun 2012, bangunan Eks Vila Kembar yang kini digunakan sebagai kantor administrasi dan security Hotel Adimulia di Jalan Diponegoro No. 12 ditetapkan sebagai cagar budaya karena memiliki nilai-nilai penting. Dari nilai sejarah, bangunan ini merupakan rumah tinggal di kawasan awal perumahan orang Eropa di Medan. Berdasarkan tipologinya, rumah ini diasumsikan sebagai hunian para petinggi perkebunan, sehingga memiliki signifikansi dan potensi informasi penting mengenai sejarah industri perkebunan di tanah Deli, sekaligus menjadi objek menarik dalam kajian transformasi arsitektur Melayu.

Dari nilai estetika, bangunan ini mencerminkan tipikal rancangan rumah administrateur kebun yang mengalami transformasi dari material kayu menjadi konstruksi batu bata. Perpaduan arsitektur Melayu dan klasik Eropa tampak kuat melalui elemen pilar, pediment, entablature, tympanum, serta beranda terbuka di kedua sisi bangunan. Estetika ini secara keseluruhan memperkuat karakter kawasan Polonia sebagai kawasan hunian dengan konsep tropical garden city. Dari nilai kelangkaan, rumah tinggal bertipe vila sebenarnya dahulu cukup banyak ditemukan di kawasan Polonia Medan. Namun, seiring perkembangan kota, tipikal vila seperti ini kini menjadi semakin langka dan hanya tersisa beberapa contoh saja di kota Medan.

Kini, eks rumah tinggal yang oleh masyarakat Medan sering disebut sebagai vila kembar ini telah menjadi bagian dari Hotel Adimulia. Meskipun fungsi bangunannya berubah, kondisi fisik bangunan tetap terjaga dan dirawat dengan baik, sehingga keberadaannya masih dapat menceritakan kembali jejak awal kawasan hunian elit kolonial di kota Medan. Jika kamu meluangkan waktu sejenak untuk memperhatikan detail bangunannya, vila ini tidak hanya menghadirkan keindahan arsitektur, tetapi juga menyimpan kisah tentang peralihan budaya, iklim, dan kekuasaan yang membentuk wajah kota Medan hingga hari ini.

Informasi

Lokasi Eks Villa Kembar (Kantor Administrasi & Security Hotel Adimulia)

Koordinat

3.5805, 98.6719

Alamat Resmi

Jl. Pangeran Diponegoro No. 12, Kota Medan, Sumatera Utara