Eks Kantor PTPN IX di Medan

Eks Kantor PTPN IX

Bangunan
Eks Kantor PTPN IX - 1
Eks Kantor PTPN IX - 2

Deskripsi Sejarah

Begitu kamu memperhatikan bangunan ini dari kejauhan, kesan megah dan tertib langsung terasa. Bangunan ini bukan sekadar kantor lama, melainkan titik penting dari lahirnya kota Medan sebagai pusat industri perkebunan. Setelah Deli Maatschappij resmi berdiri pada tahun 1869, para pionir perusahaan tembakau Deli memutuskan memindahkan kantor mereka dari kawasan Labuhan ke Medan Putri pada tahun 1870, tepatnya di dekat pertemuan Sungai Deli dan Sungai Babura. Pada masa awal, kantor Deli Maatschappij masih sangat sederhana, berupa bangunan panggung dari konstruksi kayu yang berdiri di atas tanah sewaan milik Sultan Deli.

Seiring pesatnya perkembangan industri perkebunan tembakau di tanah Deli, pada awal abad ke-20 Deli Maatschappij membangun kantor baru yang hingga kini masih berdiri. Bangunan ini dirancang oleh D. Barendse dan dibangun pada tahun 1910. Gedung ini merupakan milik Deli Maatschappij, perusahaan pionir dan paling berpengaruh dalam sejarah perkebunan tembakau di pesisir timur Sumatra. Berdasarkan peta tahun 1919, wilayah konsesi perusahaan ini mencakup sekitar 6,7% wilayah kota, mulai dari kawasan Hotel Inna Dharma Deli di bagian selatan hingga rel kereta api di bagian utara. Perusahaan ini berperan besar dalam pembangunan sarana kota, seperti jalur kereta api, sistem air bersih, telepon, listrik, jalan-jalan kota, serta pelayanan kesehatan.

Pada masa Perang Dunia II, bangunan ini sempat difungsikan sebagai markas tentara. Setelah Indonesia merdeka, gedung ini kembali digunakan sebagai kantor Deli Maatschappij. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1960, Deli Maatschappij dinasionalisasi dan berganti nama menjadi Perusahaan Perkebunan Nasional (PPN). Dalam perkembangannya, perusahaan ini kembali berganti nama menjadi PTP IX, kemudian berada di bawah PTPN II, sebelum akhirnya gedung ini dibeli oleh seorang pengusaha Medan sekitar tahun 2006.

Secara arsitektural, bangunan ini merupakan salah satu bangunan besar dan megah pertama di kota Medan, dengan bentuk formal dan simetris. Gaya arsitekturnya adalah Classic British Colonial dengan pendekatan tropis, yang sering disebut sebagai arsitektur kolonial transisi. Ciri utamanya tampak pada gevel atau pediment di bagian depan, denah simetris, serta selasar yang mengelilingi bangunan. Denah bangunan berbentuk bujursangkar dengan panjang masing-masing sisi 18 meter, sehingga luas bangunan awal sekitar 324 meter persegi. Tangga menuju lantai atas berada di bagian tengah bangunan dan mendapat pencahayaan dari kubah yang dihiasi ornamen kaca patri.

Unsur klasik juga terlihat pada pagar balustrade dan pilar bergaya Corinthian, sementara garis-garis horizontal pada dinding menunjukkan pengaruh gaya Renaissance. Bangunan ini memiliki banyak bukaan jendela dan teras, pedimen, serta menara kecil di bagian tengah yang memperkuat kesan monumental. Struktur bangunan menggunakan dinding bata sebagai dinding pemikul, lantai dasar yang kini berlapis keramik, atap rangka kayu dengan penutup seng, serta teras luar dari cor beton. Pada masanya, bangunan ini tergolong modern karena penggunaan elemen cor beton yang masih jarang diterapkan.

Berdasarkan Pasal 5 dan 44 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 serta Pasal 18 Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 2 Tahun 2012, eks Gedung PTPN IX (Deli Maatschappij) ini ditetapkan sebagai cagar budaya karena memiliki berbagai nilai penting. Dari nilai sejarah, bangunan ini berusia lebih dari 50 tahun dan menjadi bukti peran vital Deli Maatschappij sebagai pionir perkebunan tembakau di tanah Melayu dan pesisir timur Sumatra, sekaligus motor penggerak pertumbuhan Medan sebagai kota modern melalui pendirian berbagai perusahaan pendukung.

Dari nilai estetika, bangunan ini menunjukkan adaptasi arsitektur kolonial terhadap iklim tropis melalui selasar yang mengelilingi bangunan, denah simetris, dan proporsi yang seimbang. Dari nilai sosial budaya, gedung ini memiliki arti penting bagi komunitas perkebunan dan sejarah kehidupan masyarakat Medan. Dari nilai ilmiah, bangunan ini termasuk kantor modern awal di Medan dan salah satu bangunan yang telah menerapkan cor beton bertulang, sehingga berpotensi besar sebagai objek penelitian arsitektur dan struktur bangunan kolonial.

Dari nilai kelangkaan, bangunan bergaya arsitektur kolonial transisi dengan gevel dan menara kecil beratap kubah kini sangat terbatas jumlahnya di Kota Medan. Dari sisi keaslian, tampilan luar bangunan ini masih sangat mendekati bentuk aslinya, dengan hampir tidak ada perubahan signifikan, kecuali bangunan rumah belakang yang telah dirubuhkan. Saat kamu berdiri di hadapan gedung ini, kamu sedang menyaksikan jejak awal kekuatan perkebunan yang membentuk wajah Medan modern—sebuah bangunan yang tetap tegak menyimpan kisah lahirnya kota dari tanah tembakau.

Informasi

Lokasi Eks Kantor PTPN IX

Koordinat

3.5928190233084476, 98.67517928939995

Alamat Resmi

Jalan Tembakau Deli, Kota Medan, Sumatera Utara