Bank Danamon di Medan

Bank Danamon

Bangunan
Bank Danamon - 1
Bank Danamon - 2
Bank Danamon - 3
Bank Danamon - 4

Deskripsi Sejarah

Bangunan yang kini dikenal sebagai kantor Bank Danamon ini menyimpan cerita tentang perjalanan dunia perbankan di Kota Medan. Dahulu, bangunan ini merupakan Gedung Bank of China, sebelum kemudian berganti-ganti pemilik hingga akhirnya digunakan sebagai kantor Bank Danamon, sebuah bank swasta. Pergantian fungsi tersebut menjadi bagian dari dinamika aktivitas ekonomi dan perbankan di kota ini.

Dari tampilan luarnya, bangunan ini mudah dikenali karena fasadenya dipengaruhi oleh gaya art deco. Balok-balok vertikal disusun berbaris pada bagian depan bangunan. Selain berfungsi sebagai peneduh, susunan balok tersebut juga membentuk bayangan yang memberi kesan visual yang kuat pada fasade. Di lantai pertama, terdapat arcade yang dibentuk oleh kantilever, lalu berakhir dengan dinding mansard yang menutupi atap pelana bangunan.

Bentuk fasade yang menyerupai setengah oktagon membuat bangunan ini tampak cukup unik dibandingkan bangunan di sekitarnya. Pada bagian teras, terdapat area masuk dengan sedikit patahan, yang semakin menegaskan bentuk bangunan secara keseluruhan. Namun, keberadaan spanduk Bank Danamon yang berukuran cukup besar membuat jendela tengah pada fasade terlihat lebih pendek dari aslinya.

Seiring berjalannya waktu dan perubahan kebutuhan, bangunan ini telah mengalami cukup banyak renovasi, terutama pada lantai dasar dan lantai dua. Meski demikian, jika dilihat dari luar, bagian-bagian utama bangunan masih menunjukkan kondisi aslinya. Perubahan yang paling terlihat pada bagian luar adalah pintu lantai dasar yang telah diganti menjadi pintu gulung. Area parkir bangunan ini juga masih berada pada kondisi yang sama dan tidak mengalami perubahan.

Bangunan Bank Danamon ini kemudian ditetapkan sebagai cagar budaya berdasarkan Pasal 5 dan 44 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 serta Pasal 18 Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 2 Tahun 2012. Penetapan ini didasarkan pada beberapa nilai penting yang dimiliki bangunan tersebut.

Dari nilai sejarah, bangunan ini memiliki potensi informasi yang berkaitan dengan perkembangan perekonomian dan dunia perbankan di Kota Medan. Perjalanan bangunan ini, dari Gedung Bank of China hingga menjadi kantor Bank Danamon, mencerminkan perubahan dan kesinambungan aktivitas perbankan di kota ini.

Dari sisi nilai estetika, pengaruh gaya art deco menjadi kekuatan utama bangunan ini. Susunan balok vertikal, bentuk arcade, penggunaan kantilever, hingga dinding mansard dan atap pelana membentuk tampilan yang khas. Bentuk fasade setengah oktagon dan rancangan area masuk yang berpatahan memberikan karakter visual yang kuat, sekaligus memperkuat karakter kawasan sekitarnya.

Bangunan ini juga memiliki nilai kelangkaan. Langgam arsitektur yang digunakan tidak banyak ditemukan di sepanjang Jalan Ahmad Yani. Hanya beberapa bangunan lain yang memiliki gaya serupa dengan bangunan kantor Bank Danamon ini di Kota Medan, sehingga keberadaannya menjadi semakin istimewa.

Dari sisi keaslian, fasade bangunan ini masih dipertahankan seperti saat awal berdiri. Meskipun beberapa tatanan ruang di bagian dalam telah mengalami perubahan menyesuaikan kebutuhan, tampilan luar bangunan tetap mempertahankan karakter aslinya.

Dengan segala perubahan fungsi dan dinamika yang menyertainya, bangunan Bank Danamon ini tetap menjadi bagian penting dari lanskap sejarah dan arsitektur Kota Medan, sekaligus menjadi penanda perjalanan dunia perbankan di kota ini.

Informasi

Lokasi Bank Danamon

Koordinat

3.5867117015765384, 98.67926400540152

Alamat Resmi

Jl. Ahmad Yani No. 74, Kota Medan, Sumatera Utara