Bangunan Eks Kantor Jacobson di Medan

Bangunan Eks Kantor Jacobson

Bangunan
Bangunan Eks Kantor Jacobson - 1
Bangunan Eks Kantor Jacobson - 2

Deskripsi Sejarah

Mungkin sulit membayangkan bahwa tempat ini pernah menjadi bagian dari jaringan bisnis raksasa yang menghubungkan Medan dengan pasar dunia. Namun justru dari gedung inilah roda perdagangan internasional pernah berputar dan ikut membentuk Medan sebagai kota niaga penting di Sumatera. Bangunan ini dibangun sebagai kantor pertama Jacobson van der Berg & Co. NV di Medan. Jacobson van der Berg & Co. NV merupakan perusahaan dagang asal Belanda yang didirikan pada tahun 1860, bergerak di bidang ekspor-impor, perdagangan, jasa asuransi, dan industri. Perusahaan ini dikenal sebagai salah satu anggota The Big Five, yaitu lima perusahaan raksasa milik Belanda bersama Internatio, Lindeteves, Borsumij, serta J. & Geo Wehry. Kelima perusahaan ini membentuk sebuah Trading House yang sangat kuat dan menguasai jaringan bisnis perdagangan, produksi, jasa, industri, serta distribusi di berbagai negara.

Di wilayah Hindia Belanda (Indonesia), Jacobson van der Berg memiliki banyak kantor cabang, khususnya di kawasan Sumatera, antara lain di Medan, Sibolga, Padang, Bengkulu, Jambi, Palembang, Teluk Betung, dan Pangkal Pinang. Keberadaan kantor-kantor tersebut menunjukkan betapa strategisnya Sumatera, khususnya Medan, dalam sistem perdagangan kolonial Belanda. Pada masa pendudukan Jepang, aktivitas perusahaan ini sempat lumpuh total, namun setelah itu kembali aktif. Pada tahun 1957, Jacobson van der Berg diambil alih oleh Pemerintah Republik Indonesia dan dinasionalisasikan. Sebelum proses nasionalisasi tersebut, pada tahun 1940-an, Jacobson van der Berg telah pindah ke kantor barunya di Jalan Perdana (kini Jalan Siswomihardjo).

Selanjutnya, pada tahun 1959, didirikan perusahaan pengganti dengan nama PT. Yudha Bhakti Corp. Pada tahun 1961, status PT. Yudha Bhakti diubah dan namanya diganti menjadi Perusahaan Dagang Negara (PDN) Fadjar Bhakti, yang merupakan peleburan dari enam perusahaan negara, yaitu PT. Yudha Bhakti, PT. Kartika Pantja, Permata, Tantular, dan NV Tsounas. Namun pada tahun 1964, PDN Fadjar Bhakti dibubarkan dan diganti namanya menjadi P.N. Satya Niaga. Dari keenam perusahaan yang sebelumnya dilebur ke dalam PDN Fadjar Bhakti, hanya eks Yudha Bhakti Corp dan eks Kartika Pantja yang kemudian melebur ke dalam PN Satya Niaga, yang pada tahun 1970 dialihkan statusnya dari Perusahaan Negara (PN) menjadi Perusahaan Perseroan (PT). Karena kondisi perusahaan yang semakin memburuk, pada tahun 1977 perusahaan ini dilikuidasi dan digabungkan ke dalam PT. Dharma Niaga.

Dalam perjalanan waktu berikutnya, tidak diketahui secara pasti kapan terjadinya peralihan fungsi, namun pada tahun 1990-an gedung ini sempat digunakan sebagai Bank Duta. Setelah Bank Duta dilikuidasi, hingga kini bangunan ini dikenal dan berfungsi sebagai Eks Kantor Jacobson. Secara arsitektural, bangunan ini bergaya arsitektur kolonial, dengan konstruksi atap genteng, kolom beton bertulang, serta lantai cor beton dan tegel. Pada awalnya, fasad bangunan memiliki karakter simetris, dengan atap perisai dan bukaan yang memanjang di sepanjang dinding, serta balkon yang berfungsi ganda sebagai arcade pada lantai satu. Seiring waktu, fasad bangunan mengalami perubahan, terutama dengan penambahan secondary skin berupa panel aluminium yang menutupi balkon di lantai dua, serta perubahan warna bangunan dari putih menjadi biru dan perak. Meski demikian, selain penambahan secondary skin dan perubahan pada beberapa bukaan, bentuk dasar bangunan tidak banyak berubah dan jendela asli di sisi bangunan masih dapat ditemukan hingga saat ini.

Berdasarkan Pasal 5 dan 44 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 serta Pasal 18 Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 2 Tahun 2012, bangunan Eks Kantor Jacobson yang terletak di Jalan Perdana, Medan, ditetapkan sebagai cagar budaya karena memiliki nilai-nilai penting. Dari nilai sejarah, bangunan ini merupakan kantor pertama Jacobson van der Berg & Co. NV di Medan dan menjadi bukti bahwa sejak masa kolonial Belanda, Medan telah berkembang sebagai kota bisnis yang strategis. Riwayat panjang alih kepemilikan dan perubahan fungsi bangunan ini menyimpan potensi informasi penting mengenai perkembangan ekspor, impor, serta distribusi perdagangan di Medan dan Sumatera Utara. Dari nilai estetika, bangunan ini menampilkan karakter arsitektur kolonial dengan struktur atap genteng, kolom beton bertulang, dan lantai cor beton. Meskipun fasadnya telah mengalami perubahan, bentuk dasar arsitekturnya masih terjaga dan akan lebih dapat diapresiasi apabila fasad aslinya kembali ditampilkan. Kini, ketika kamu memandang bangunan ini, kamu sedang melihat jejak panjang perjalanan ekonomi dan perdagangan Medan—dari pusat bisnis kolonial, perusahaan negara, hingga saksi perubahan zaman yang masih berdiri di tengah kota.

Informasi

Lokasi Bangunan Eks Kantor Jacobson

Koordinat

3.58738644570198, 98.67638449325413

Alamat Resmi

Jalan Perdana, Kota Medan, Sumatera Utara