
Asuransi Jasindo / Jakarta Lloyd
Bangunan



Scan untuk membuka halaman ini
https://cagarbudayamedan.com/sites/asuransi-jasindo-jakarta-lloydDeskripsi Sejarah
Bangunan ini menyimpan cerita tentang dunia pelayaran dan perkantoran yang pernah hidup di Kota Medan. Bangunan ini pertama kali dibangun sekitar awal tahun 1920-an dan berfungsi sebagai kantor “Stoomvaart Maatschappij Nederland (SMN)” atau “Netherlands Steamship Company”. Perusahaan pelayaran asal Belanda ini beroperasi dalam rentang waktu yang panjang, sejak tahun 1870 hingga 1970, dan menjalankan usahanya bersama kompetitor di bidang yang sama, yaitu Koninklijke Rotterdamsche Lloyd (KRL).
Perjalanan sejarah bangunan ini kemudian berlanjut mengikuti perubahan di dunia usaha pelayaran. Pada tahun 1963, perusahaan SMN bergabung dengan Koninklijke Rotterdamsche Lloyd (KRL) dan membentuk perusahaan baru bernama Nedlloyd Lines (NLL). Seiring waktu, fungsi bangunan pun berubah. Gedung ini pernah digunakan sebagai kantor Perusahaan Jakarta Lloyd pada tahun 1990-an, dan pada periode terakhir tercatat digunakan oleh Asuransi Jasindo.
Dari segi tampilan, bangunan ini tergolong sebagai bangunan dengan gaya arsitektur transisi. Salah satu cirinya terlihat jelas pada tampak depan bangunan yang tidak menggunakan kolom-kolom bergaya Yunani. Sebagai gantinya, bangunan ini menampilkan gevel-gevel depan yang mengingatkan pada arsitektur rumah Belanda yang menghadap ke sungai. Pola gevel pada bangunan ini bahkan memiliki kemiripan dengan gevel bangunan Kantor Pos Medan yang dibangun pada tahun 1909.
Meski berakar pada arsitektur kolonial, bangunan ini juga banyak mendapat pengaruh lokal. Hal tersebut dapat dilihat dari bentuk atapnya yang menyesuaikan dengan iklim setempat, meskipun tetap dilengkapi dengan gevel. Bentuk bukaan bangunan juga cenderung menggunakan bentukan lokal, sehingga tampilan bangunan terasa sebagai hasil perpaduan antara gaya kolonial dan penyesuaian lingkungan.
Kondisi bangunan saat ini mulai terlihat agak kusam. Polusi udara dari lalu lintas, kelembapan, serta kerusakan ringan tampak di beberapa bagian bangunan. Pada plafon terlihat cat yang mulai mengelupas, dan bahkan tumbuh tanaman pada balkon yang menghadap ke Jalan Ahmad Yani. Jendela lama di lantai satu sudah mengalami renovasi dengan penggunaan jendela baru yang lebih minimalis, di mana tulangan pada rangka kusen jendela dihilangkan. Meski demikian, bagian-bagian lain dari bangunan ini masih menampilkan kondisi aslinya.
Sebagai bangunan sudut, gedung ini memiliki dua pintu masuk. Satu pintu menghadap ke Jalan Ahmad Yani, dilengkapi dengan teras atau porch yang juga berfungsi sebagai balkon di lantai dua. Pintu masuk lainnya menghadap ke Jalan Pulau Pinang dan didesain dengan bentuk lengkung atau arch. Menariknya, dekorasi pada dinding layar atau gevel di atas masing-masing pintu tersebut dibuat berbeda satu sama lain.
Di lantai dua, terdapat dua pilar berbentuk silinder yang diletakkan di antara dua kolom struktur utama. Balok di bagian ini juga diberi hiasan berupa molding segi empat yang sederhana. Pada bagian depan atas bangunan terdapat tujuh bukaan kecil dari kaca. Kolom-kolom pada bangunan ini tidak terlalu menonjol sebagai pilar penopang, melainkan lebih berfungsi sebagai bagian dari gubahan desain dinding, yang masih menunjukkan ciri khas bangunan kolonial.
Dengan segala perubahan fungsi dan kondisi yang ada, bangunan ini tetap menyimpan jejak sejarah panjang. Dari kantor perusahaan pelayaran Belanda hingga digunakan oleh berbagai institusi di masa berikutnya, bangunan ini menjadi saksi perubahan aktivitas dan wajah Kota Medan dari waktu ke waktu.



Informasi
Lokasi Asuransi Jasindo / Jakarta Lloyd
Koordinat
3.5887475452331516, 98.67853584146346
Alamat Resmi
Jl. Pulau Pinang No. 4, Kota Medan, Sumatera Utara