Apotek Kimia Farma di Medan

Apotek Kimia Farma

Bangunan
Apotek Kimia Farma - 1
Apotek Kimia Farma - 2
Apotek Kimia Farma - 3
Apotek Kimia Farma - 4
Apotek Kimia Farma - 5

Deskripsi Sejarah

Saat kamu berdiri di depan bangunan ini, mungkin yang pertama terlihat adalah warna biru pekat dan oranye yang cukup mencolok. Namun di balik tampilan modern tersebut, bangunan ini menyimpan cerita panjang tentang awal perkembangan industri farmasi di Indonesia, sekaligus jejak sejarah kota Medan sejak masa kolonial. Perjalanan bangunan ini tidak bisa dilepaskan dari sejarah Kimia Farma, perusahaan industri farmasi pertama di Indonesia. Perusahaan ini didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1817 dengan nama awal NV Chemicalien Handle Rathkamp & Co. Nama Rathkamp inilah yang kemudian melekat pada apotek yang berdiri di kota Medan ini.

Berdasarkan peta kota Medan tahun 1906, apotek Rathkamp sudah tercatat berdiri di kota Medan. Meski belum ditemukan informasi pasti kapan apotek ini pertama kali dibuka, keberadaannya menunjukkan bahwa bangunan ini telah menjadi bagian dari kehidupan kota sejak awal abad ke-20. Bangunan apotek yang kamu lihat sekarang ini, menurut informasi yang ada, dibangun pada tahun 1917 dan terus berfungsi hingga hari ini.

Seiring perjalanan sejarah Indonesia, perusahaan ini juga mengalami perubahan besar. Pada masa awal kemerdekaan, melalui kebijakan nasionalisasi terhadap perusahaan-perusahaan Belanda, Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1958 melebur sejumlah perusahaan farmasi menjadi PNF (Perusahaan Negara Farmasi) Bhinneka Kimia Farma. Perubahan ini menjadi tonggak penting dalam sejarah industri farmasi nasional. Kemudian, pada tanggal 16 Agustus 1971, bentuk badan hukum PNF diubah menjadi Perseroan Terbatas, dan sejak saat itu perusahaan ini dikenal dengan nama PT Kimia Farma (Persero).

Bangunan apotek ini berdiri di atas lahan seluas 1.650 meter persegi. Di dalamnya terdapat bangunan induk seluas 1.140 meter persegi serta bangunan tambahan seluas 216 meter persegi. Jika kamu memperhatikan tata ruangnya, lantai pertama digunakan untuk ruang penjualan, ruang praktik dokter, gudang, dan laboratorium. Sementara itu, lantai kedua difungsikan sebagai ruang tunggu tata usaha dan pimpinan, ruang informasi, ruang rapat, ruang laboratorium, mushalla, kamar mandi, ruang tunggu, serta ruang arsip.

Dari segi arsitektur, bangunan ini menampilkan gaya arsitektur kolonial pada masa peralihan. Pada bangunan ini, konsep pediment atau gable serta menara yang biasanya menjadi ciri bangunan kolonial mulai tidak lagi terlihat. Penyesuaian terhadap iklim tropis tampak jelas melalui penggunaan atap perisai dengan overhang yang cukup lebar. Warna cat putih yang mendominasi pada awalnya juga memperkuat karakter kolonial bangunan ini.

Namun, seiring waktu, bangunan ini mengalami perubahan. Pada tahun 2000-an, fasade bangunan direnovasi, terutama pada bagian pintu masuk. Warna bangunan pun diubah dan disesuaikan dengan warna khas perusahaan Kimia Farma, yaitu biru pekat dan oranye. Material utama bangunan ini tetap menggunakan konstruksi batu bata, meskipun pada saat renovasi ditambahkan penggunaan panel aluminium dan PVC, khususnya pada tampak bangunan dan area pintu masuk.

Jika kamu mengamati lebih detail, secara keseluruhan renovasi yang dilakukan pada bangunan ini tidak sepenuhnya memperhatikan prinsip-prinsip konservasi bangunan cagar budaya. Meski demikian, bangunan ini tetap berdiri dan terus berfungsi, menjadi saksi perubahan zaman dari masa kolonial, masa awal kemerdekaan, hingga era modern.

Berdiri di tempat ini, kamu sebenarnya sedang berada di salah satu titik penting sejarah farmasi Indonesia. Bangunan ini bukan hanya tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga penanda perjalanan panjang industri farmasi nasional dan bagian dari wajah sejarah kota Medan yang terus hidup hingga sekarang.

Informasi

Lokasi Apotek Kimia Farma

Koordinat

3.5845218106706755, 98.67990352796573

Alamat Resmi

Jl. Palang Merah No. 32, Kota Medan, Sumatera Utara